Kemarau Panjang, Volume Air di Waduk Cacaban Tegal Menyusut Drastis
SLAWI, iNews.id - Kemarau panjang yang terjadi saat ini berdampak menyusutnya volume air di Waduk Cacaban, Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Penyusutan volume air di waduk yang dibangun era pemerintahan Soekarno itu cukup drastis hingga mengakibatkan banyak areal pertanian warga mengalami kekeringan lantaran tidak mendapatkan suplai air.
Koordinator Posko Waduk Cacaban BBWS Pemali-Juwana, Kuswandi mengatakan, volume air di Waduk Cacaban mengalami penyusutan sangat drastis. Pada kondisi normal, waduk tersebut mampu menampung 49 juta meter kubik air. Namun kini menyusut hampir separuhnya yakni, hanya 29 juta meter kubik.
“Penurunan debit air Waduk Cacaban ini sudah terjadi sejak bulan Februari. Akibat menyusutnya volume air waduk, kami terpaksa melakukan penyaluran irigasi ke areal pertanian warga secara bergiliran setiap satu minggu sekali,” katanya, Sabtu (6/7/2019).
Dia memperkirakan, penyusutan volume air waduk akan terus terjadi hingga September mendatang. Saat ini elevasi ketinggian muka air waduk terus mengalami penurunan sekitar 7 cm per hari.
Menurut dia, air dari Waduk Cacaban yang digunakan untuk mengairi 17.000 hektare lahan pertanian di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tegal, seperti Kedungbanteng, Pangkah, Tarub, Suradadi, dan Adiwerna.
Editor: Kastolani Marzuki