Kemenhan Bekali Lurah hingga Camat di Kulonprogo Kesadaran Bela Negara
KULONPROGO, iNews.id – Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI (Ditjen Pothan Kemhan) membekali kesadaran bela negara kepada kepala desa, panewu (camat) dan pekerja di Kabupaten Kulonprogo. Dalam hal ini, seluruh elemen masyarakat diminta terlibat mendukung sistem pertahanan negara.
Dirjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Jubei Levianto mengatakan, Indonesia mengusung sistem pertahanan defensif aktif, yaitu mengusung prinsip bertahan bukan berorientasi menyerang. Sistem ini dijabarkan dalam bentuk sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (sishankamrata) yang kemudian dikenal dengan sistem pertahanan semesta (sishanta).
"Sistem pertahanan yang dibangun semata ditunjukkan untuk menjaga serangan dari luar," kata Jubei saat membuka sosialisasi Kesadaran Bela Negara di Kabupaten Kulonprogo 2020, Rabu (19/2/2020).
Sosialisasi diikuti 200 orang peserta dari seluruh lurah, panewu (camat), perwakilan BUMD, BUMN, KADIN, Gapensi dan pekerja swasta di Kulonprogo. Sosialisasi akan dilaksanakan dua hari sampai Kamis (20/2/2020), dengan narasumber dari Kementerian pertahanan, Korem 072 Yogyakarta dan Pemkab Kulonprogo.
Menurutnya, sektor pertahanan harus dipandang sebagai sebuah investasi bukan sekedar anggaran. Untuk itu dicari solusi potensi kekuatan bangsa dengan melibatkan seluruh masyarakat.
"Pejuang dan veteran telah mewariskan sishamkamrata yang implementasinya berupa pola perang berjenjang," ucapnya.
Assek I Setda Kulonprogo Jumanto menambahkan, bela negara tidak hanya dengan kekuatan fisik dan militer. Namun banyak cara dilakukan seluruh elemen masyarakat sesuai profesinya untuk berkontribusi bagi bangsa.
"Bela negara adalah wadah peran dan kontribusi yang wajib diikuti seluruh masyarakat," katanya.
Editor: Nani Suherni