Kena Razia Polisi, Emak-Emak di Demak Malah Minta Swafoto

Sukmawijaya ยท Kamis, 12 Maret 2020 - 11:25 WIB
Kena Razia Polisi, Emak-Emak di Demak Malah Minta Swafoto
Razia polisi di Demak (Foto: iNews/Sukmawijaya)

DEMAK, iNews.id - 80 persen pelanggar lalu lintas di Demak, Jawa Tengah (Jateng) didominasi ibu rumah tangga. Angka ini berdasarkan studi kasus tertib lalu lintas oleh Polres Demak, pada Rabu (12/3/2020) pagi.

Pengamatan tim iNews, banyak emak-emak yang terkena razia polisi. Mereka berusaha merayu petugas agar tidak ditilang. Meskipun kedapatan tidak memakai helm, ibu-bu ini tidak mau disebut pelanggar lalu lintas. Salah satu anak emak-emak pun mendadak menangis karena takut aksi punakawan yang ikut dalam razia.

"Minta maaf bu. Ini mau ke pasar habis nganterin anak ke sekolah nanti balik lagi ke rumah," ujar emak-emak tersebut saat dirazia pada Kamis (12/3/2020).

Respon serupa juga ditunjukkan pelanggar lainnya yakni Nunik. Kedapatan melanggar, dia malah meminta berswafoto dengan petugas. Si emak bahkan masih bisa menyarankan pengendara lain untuk menaati peraturan berlalulintas.

"Kalau bisa nyalakan lampu sein ke kiri ya beloknya ke kiri, kalau besok ke kanan ya sein kanan," ucap Nunik usai dinasihati petugas.

Kasat lantas Polres Demak AKP Nyi Ayu Fitria Facha mengatakan, banyak ibu-ibu yang berdalih jarak tempuh dekat sehingga tidak menggunakan helm. Selain emak-emak, pelanggar lalu lintas juga banyak ditemukan oleh pelajar.

"Ternyata memang masih banyak pelanggar yang ternyata ibu-ibu," ucap Nyi Ayu.

Dalam studi dan sosaliasi keselamatan berkendara petugas juga membagi-bagikan helm kepada para audensi mulai dari ibu rumah tangga, pelajar serta anak-anak. Mereka yang mendapat hadiah lantaran bisa menjawab soal kesadaran berlalulintas yang benar.


Editor : Nani Suherni