Hikmah

Keutamaan Surat Al Ikhlas, Ini Kisah Wafatnya Sahabat Nabi Dishalati 70.000 Malaikat

Kastolani · Selasa, 25 Agustus 2020 - 05:30 WIB
Keutamaan Surat Al Ikhlas, Ini Kisah Wafatnya Sahabat Nabi Dishalati 70.000 Malaikat
Surat Al Ikhlas memiliki banyak keistimewaan. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Dalam Alquran, ada beberapa surat istimewa. Salah satunya Al Ikhlas yang artinya Memurnikan Keesaan Allah SWT. Surat ini termasuk surah Makkiyyah yang turun pada masa Rasulullah belum hijrah ke Madinah.

Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir disebutkan dari Jabir ra mengatakan bahwa pernah ada seorang Badui datang kepada Nabi Saw, lalu bertanya:

"Gambarkanlah kepada kami tentang Tuhanmu." Maka turunlah firman Allah Swt:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

qul huwallaahu aḥad

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

allaahuṣ-ṣamad

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ

lam yalid wa lam yụlad

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Artinya: Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa." Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, "Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS. Al Ikhlas: 1-4)

Sebagian ulama menganjurkan umat Islam untuk membaca surat Al Ikhlas ini baik dalam setiap salat maupun untuk berzikir karena banyak memiliki keutamaan.

Diriwayatkan dari Anas ibnu Malik bahwa ketika sedang bersama Rasulullah Saw di medan Perang Tabuk, maka terbitlah matahari dengan sinar dan cahayanya yang belum pernah kami lihat sebelumnya.

Lalu datanglah Malaikat Jibril kepada Nabi Saw. Maka Nabi Saw bertanya, "Hai Jibril, mengapa kulihat matahari hari ini terbit dengan sinar dan cahaya yang belum pernah kulihat sebelumnya seperti itu. Jibril menjawab, bahwa sesungguhnya hal itu disebabkan Muawiyah ibnu Muawiyah Al-Laisi, dia telah meninggal dunia pada hari ini di Madinah, maka Allah mengirimkan kepadanya 70.000 malaikat untuk menyalatkannya."

Rasulullah Saw bertanya, "Mengapademikian?" Jibril menjawab, bahwa dia adalah orang yang banyak membaca Qul Huwallahu Ahad di malam dan siang harinya, dan saat ia berdiri, berjalan, dan duduknya.

Maka maukah engkau, ya Rasulullah; aku akan mengambil segenggam tanah kuburnya, lalu engkau menyalatkannya?" Rasulullah Saw. menjawab, "Ya," maka Rasulullah Saw. menyalatkannya.

Hal itu juga telah diriwayatkan oleh Abu Bakar Al-Baihaqi di dalam kitab Dalailun Nubuwah-nya.

Kisah wafatnya Muawiyah itu juga diriwayatkan Abu Yala. Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu ibrahim Asy-Syami alias Abu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Usman ibnul Haisam (muazzin masjid Basrah yang ada padaku), dari Mahmud alias Abu Abdullah, dari Ata ibnu Abu Maimunah, dari Anas yang mengatakan bahwa Jibril turun menemui Nabi Saw, lalu berkata, "Telah meninggal dunia Muawiyah ibnu Muawiyah Al-Laisi, apakah engkau ingin menyalatkan jenazahnya?" Nabi Saw menjawab, "Ya."

Maka Jibril memukulkan sayapnya ke bumi, maka tiada suatu pohon pun dan tiada pula suatu dataran tinggi pun melainkan merendah, maka Jibril mengangkat dipan Nabi Saw. Sehingga Nabi Saw dapat melihat jenazah Muawiyah Al-Laisi, lalu beliau bertakbir menyalatkannya, sedangkan di belakang beliau terdapat dua saf dari para malaikat, yang setiap safnya terdiri dari 70.000 malaikat.

Maka Nabi Saw bertanya, "Hai Jibril, karena apakah dia mendapat kedudukan yang tinggi seperti ini dari Allah Swt.?" Jibril menjawab, "Ini berkat kecintaannya kepada Qul Huwallahu Ahad (Al Ikhlas) yang selalu dibacanya saat datang dan perginya, saat berdiri dan duduknya, dan dalam semua keadaannya."

Imam Baihaqi telah meriwayatkannya melalui riwayat Usman ibnul Haisam (juru azan), dari Mahbub ibnu Hilal, dari Ata ibnu Abu Maimunah, dari Anas, lalu disebutkan hal yang semisal; dan inilah sanad yang benar.

Dengan keutamaan tersebut, Muslim dianjurkan untuk banyak membaca Surat Al Ikhlas dalam berbagai kesempatan.

Wallahu A'lam Bishowab.


Editor : Kastolani Marzuki