Kisah Heroik Perlawanan Pemuda Semarang Lawan Tentara Jepang dalam Pertempuran 5 Hari

Ahmad Antoni ยท Kamis, 14 Oktober 2021 - 12:31:00 WIB
Kisah Heroik Perlawanan Pemuda Semarang Lawan Tentara Jepang dalam Pertempuran 5 Hari
Dari kiri-kanan: Budanco Munadi (mantan Gubernur Jateng), Wongsonegoro (Wakil Residen Semarang), dan Jatikusumo. (foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.id – Momentum 14 Oktober 1945  menjadi tonggak sejarah perjuangan rakyat Semarang dalam mempertahankan Kemerdekaan RI. Ya, 76 tahun yang lalu, rakyat Semarang bersatu melawan tentara Jepang yang masih menginjak Kota Semarang.

Waktu itu, Minggu (14/10/1945) sekitar pukul 09.00 WIB para pemuda dipimpin Mr Wongsonegoro yang saat itu menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng) mendatangi markas Kido Butai di Jatingaleh bersama ratusan pemuda untuk meminta penyerahan senjata Jepang. 

Para pemuda menganggap, sejak Jepang kalah dari Sekutu akibat pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, maka kekuasaan Jepang atas Indonesia runtuh. Mereka menagih janji Jepang sebagai saudara tertua dengan menyerahkan persenjataan yang dimiliki sebagai bekal perjuangannya mempertahankan Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Akan tetapi Jepang yang ada di luar Semarang dengan Jepang Kido Butai yang bermarkas di Jatingaleh berbeda. Pasukan Kido Butai pimpinan Mayor Kido tak mau menyerahkan senjata. Alasannya karena pasukan Kido merupakan bala tentara yang memiliki kualifikasi khusus atau semacam pasukan tempur komando. Jadi tabu menyerahkan senjata begitu saja tanpa peperangan.

Para pemuda pun marah dan Mayor Kido mengambil siasat untuk menenangkan pemuda dan agar tak jadi pertikaian. Akhirnya senjata-senjata yang rusak diserahkan pada pemuda. Pemuda pun kegirangan tanpa menyadari kalau senjata yang diserahkan dalam kondisi rusak.

Setelah mereka pulang ke markas pengendali yang merupakan Markas Angkatan Muda di Jalan Pemuda 88/89 Semarang dan membongkarnya, mereka sadar bahwa senjata yang diserahkan memang rusak semua. 

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: