Kisah Soeharto Berhaji sebagai Warga Biasa Bukan Presiden, Dikawal Wiranto dan Hendropriyono

Abdul Malik Mubarok · Senin, 11 Juli 2022 - 08:01:00 WIB
Kisah Soeharto Berhaji sebagai Warga Biasa Bukan Presiden, Dikawal Wiranto dan Hendropriyono
Presiden Soeharto dan keluarga saat menunaikan ibadah haji pada 1991. (FOTO/IST)

JAKARTA,iNews.id - Presiden Soeharto menyimpan kisah mengharukan saat ingin menunaikan ibadah haji sebagai warga biasa bukan sebagai Presiden. Sejumlah pihak pun harus memikir otak untuk mewujudkan keinginan Presiden ke-2 RI tersebut.

"Itu tidak mungkin," kata Maftuh Basuni, seorang diplomat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat, Maroko saat rapat dengan tim persiapan kunjungan Presiden Soeharto yang dipimpin oleh Brigjen TNI AM Hendropriyono pada Mei 1991 seperti dikutip dari buku Pak Harto The Untold Stories (2012), Sabtu (9/7/2022). 

Maftuh Basuni sengaja terbang ke Jeddah, Arab Saudi karena secara mendadak ditunjuk menjadi perwira protokol bagi Presiden Soeharto yang akan menunaikan ibadah haji beserta keluarga.  "Justru kita dikirim kemari untuk mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin," kata Hendropyriyono.

Maftuh Basuni yang pernah menjadi Sekretaris Pribadi Duta Besar RI untuk Arab Saudi di Jeddah (1976-977) itu tak bisa tidur selepas rapat. 

Dia memikirkan jalan keluar bagi keinginan Pak Harto. Setelah lama merenung, Maftuh akhirnya menemukan ide yang mungkin bisa dikompromikan. 

Saat sarapan bersama, ia mengusulkan agar Presiden Soeharto tetap datang dalam rangka kunjungan kenegaraan. Artinya, datang dan pulang dengan penyambutan dan pelepasan resmi.

Beliau dan keluarga dapat melaksanakan haji bersama jemaah Indonesia lainnya pada jadwal free program yang biasanya untuk memberi kesempatan tamu melaksanakan acara-acara bersifat pribadi," kata diplomat karier lulusan Pondok Pesantren Modern Gontor, Jawa Timur ini. "Setuju! Tolong dikomunikasikan dengan pihak Saudi Arabia," kata Hendropriyono.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: