Komunitas Ojol di Yogyakarta Minta Pelaku Kejahatan Jalanan Segera Ditindak

Antara ยท Senin, 03 Februari 2020 - 16:00 WIB
Komunitas Ojol di Yogyakarta Minta Pelaku Kejahatan Jalanan Segera Ditindak
Ilustrasi ojek online (Foto: AFP)

YOGYAKARTA, iNews.id - Komunitas Antar-Ojek Online (Ojol) Yogyakarta mendesak aparat berwenang untuk menindak tegas pelaku kejahatan jalanan atau klitih. Desakan ini dilakukan karena sudah banyak pengemudi ojol menjadi sasaran aksi kekerasan saat bekerja malam hari.

"Dalam kurun waktu satu pekan ini sudah ada tiga kejadian kekerasan jalanan yang menimpa driver ojek online," kata Ketua Komunitas Antar-Ojek Online Yogyakarta Adi Setyawan di Yogyakarta, Senin (3/2/2020).

Menurut dia, kejadian terbaru menimpa driver ojek online di Kabupaten Kulonprogo yang menyebakan korban terluka parah akibat sabetan pedang pada Sabtu malam (1/2/2020).

"Kejadian di Kulonprogo, korban sampai disabet pedang," katanya.

Dia mengatakan, adanya fenomena kejahatan jalanan atau klitih dikhawatirkan akan timbul lebih banyak korban. Jika pelakunya tidak segera ditangkap.

"Kami minta agar jajaran kepolisian lebih serius dalam penanganan klitih di Yogyakarta. Kami ini kan tidak tahu apa-apa, tiba-tiba jadi korban," ujarnya.

Sebelumnya aksi kejahatan jalanan juga terjadi di wilayah Kabupaten Sleman, yang menimpa seorang driver ojek online di Jalan Kabupaten, Dusun Bragasan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping.

Salah satu driver ojek online Andika (30) warga Kabupaten Bantul mengatakan banyaknya aksi kejahatan jalanan ini menjadi ancaman serius bagi sejumlah driver ojol yang sering mengambil orderan hingga malam hari.

"Ini menjadi ancaman bagi keselamatan kami, kami ini kan tidak tahu apa-apa, namun tahu-tahu kena imbasnya. Kalau takut ya jelas, karena kerja juga buat keluarga, dan keluarga menanti di rumah dengan harapan selamat," katanya.

Menurut dia, dirinya yang biasa mulai berangkat bekerja sebagai driver online pukul 09.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB mengaku sering mengambil orderan hingga malam karena sepi.

"Jumlah driver yang saat ini sudah banyak dan menjamur, sehingga mau tak mau harus 'ngalong' agar mencapai tutup poin," ucapnya.

Untuk memastikan kondisi pengemudi ojek aman, dia dan rekan lainnya yang tergabung dalam paguyuban ojol AKJG 5 mengaku selalu berkoordinasi saat mengambil orderan.

"Kalau sudah malam hari, kami selalu koordinasi dengan rekan yang lain. Kami manfaatkan sarana aplikasi live lokasi khususnya saat akan melewati daerah yang dikatakan rawan," kata Andika.


Editor : Nani Suherni