get app
inews
Aa Text
Read Next : Tanpa Insentif, Data Menunjukkan Pasar Motor Listrik di Indonesia Ambruk

Kronologi Atap Ruang Kelas MTs di Sragen Ambruk, 15 Siswa dan Guru Luka Berat

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:48:00 WIB
Kronologi Atap Ruang Kelas MTs di Sragen Ambruk, 15 Siswa dan Guru Luka Berat
Siswi MTs Muhammadiyah Sragen harus dirawat ke rumah sakit akibat tertimpa material atap ruang kelas ambruk. (Foto: iNews)

SRAGEN, iNews.id – Insiden mengerikan terjadi di salah satu sekolah swasta di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Atap salah satu ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan ambruk saat kegiatan belajar mengajar baru saja dimulai, Selasa (12/5/2026) pagi.

Akibat kejadian ini, belasan siswa dan seorang guru dilaporkan mengalami luka-luka setelah tertimpa reruntuhan kayu dan genteng. Sebanyak delapan orang di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit karena membutuhkan perawatan medis intensif.

Diawali Suara Gemuruh

Peristiwa ambruknya atap kelas 7 ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, para siswa baru saja memulai jam pelajaran pertama. Tanpa peringatan, muncul suara gemuruh dari bagian atas bangunan yang membuat suasana kelas seketika mencekam.

Siswa yang panik berusaha berlari menyelamatkan diri keluar ruangan. Namun, cepatnya reruntuhan jatuh membuat sejumlah siswa dan guru kelas tak sempat menghindar hingga tertimpa material kayu serta genteng yang berserakan di dalam ruangan.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 15 orang menjadi korban luka dalam insiden ini. Enam siswa dan satu orang guru dilaporkan mengalami luka cukup serius dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat menggunakan mobil ambulans dan kendaraan warga.

Wakil Kepala MTs Muhammadiyah 4, Cipto Waluyo, mengonfirmasi bahwa kondisi bangunan memang menjadi perhatian pihak sekolah. "Kejadiannya sangat cepat saat anak-anak baru mulai belajar. Ada yang luka ringan, tapi ada yang harus segera dibawa ke rumah sakit," ujarnya di lokasi kejadian.

Diduga Bangunan Lapuk

Aparat kepolisian dari Polres Sragen yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi (police line) di area gedung yang terdampak. Petugas meminta warga dan siswa lainnya untuk menjauh dari area bangunan guna menghindari adanya reruntuhan susulan.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut