Laki-Laki di Karanganyar Tewas dalam Sumur, Diduga Hirup Gas Beracun

Wahyuendro ยท Senin, 06 Januari 2020 - 09:31 WIB
Laki-Laki di Karanganyar Tewas dalam Sumur, Diduga Hirup Gas Beracun
Tim gabungan yang terdiri dari Tim SAR, BPBD Karanganyar dan relawan di rumah korban tewas akibat hiruop gas beracun. (Foto: iNews/Wahyuendro)

KARANGANYAR, iNews.id – Seorang warga Dusun Soroboan, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng) tewas saat memperbaiki mesin pompa air, Minggu (5/1/2020). Diduga, korban tewas akibat banyak menghirup gas beracun dari dalam sumur.

Joko Purnomo (30) tewas di dalam sumur yang memiliki kedalaman 15 meter. Awalnya korban tengah memperbaiki mesin pompa air sekitar jam 10.00 WIB.

Namun saat akan naik ke permukaan, korban justru jatuh ke dalam sumur. Dua orang warga yang mengetahui kejadian berusaha menolong korban namun gagal.

Keduanya bahkan lemas dan sempat pingsan usai menghirup gas beracun dari dalam sumur.

BACA JUGA: Hirup Gas Beracun, Warga di Jepara Nyaris Mati Lemas setelah Terjebak di Dalam Sumur

Warga yang mengetahui kejadian tersebut lantas melapor ke petugas. Tak lama kemudian, tim gabungan yang terdiri dari Tim SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar dan relawan tiba di lokasi.

Petugas berusaha mengevakuasi korban. Sayangnya, nyawa Joko tak tertolong.

Menurut Koordinator Lapangan Basarnas Pos Surakarta, Tri Puji Sugiharto, awalnya korban turun ke dalam sumur tanpa bantuan tangga. Sementara yang menjadi saksi, yakni kakak perempuan korban.

BACA JUGA: Hirup Gas Beracun, 2 Santri di Magelang Tewas Tercebur ke Dalam Sumur

“Korban sempat berhasil naik tapi hanya separo, karena mungkin sudah menghirup gas beracun, korban terpeleset dan jatuh ke dalam sumur,” katanya, Minggu (5/1/2020).

Sejumlah kerabat korban menangis histeris dan hampir pingsan ketika mengetahui korban meninggal dunia. Beberapa di antaranya bahkan harus digotong warga ke tempat lain.

Usai disemayamkan di rumah duka, korban langsung dimakamkan di tempat pemakaman dusun setempat.


Editor : Umaya Khusniah