get app
inews
Aa Text
Read Next : Kronologi Kecelakaan Truk Terguling di Flyover Jatingaleh Semarang, Sopir Diduga Ugal-ugalan

Lampu Penerangan Jalan Dimatikan, Kota Semarang Gelap Gulita

Selasa, 13 Juli 2021 - 21:53:00 WIB
Lampu Penerangan Jalan Dimatikan, Kota Semarang Gelap Gulita
Suasana kawasan Tugu Muda Kota Semarang gelap gulita setelah lampu penerangan jalan dimatikan dalam pelaksanaan PPKM darurat, Selasa (13/7/2021) malam. (iNews/Donny Marendra

SEMARANG, iNews.id – Suasana Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (13/7/2021) malam ini berbeda dibanding hari biasanya. Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tampak gelap gulita seiring pemadaman lampu penerangan jalan.

Pemadaman lampu penerangan  jalan ini merupakan langkah Pemkot Semarang dalam pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Ya, terhitung mulai tanggal 12 Juli, Pemkot Semarang melakukan pengetatan PPKM darurat dengan tidak menghidupkan lampu penerangan jalan yang biasanya mulai dinyalakan  pukul 18.00 WIB.

Mematikan lampu penerangan jalan ini sebagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengurangi mobilitas warga sehingga bisa menekan penyebaran Covid-19.

Dari pantauan di lapangan, tampak jalanan di Kota Semarang. Di antaranya Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran,  kawasan Tugu Muda, Jalan Imam Bonjol dan kawasan Kota Lama.

Dimatikannya lampu jalan ini membuat pengelola kawasan Kota Lama Semarang meningkatkan penjagaan di wilayahnya. Peningkatan keamanan dilakukan dengan menempatkan sejumlah tenaga keamanan di setiap jalan masuk ke Kota Lama.

“Di sini security Kota Lama untuk keamanan, setiap ruas pasti dijaga semua anggota. Untuk perempatan dijaga satu orang, ruas satu. Museum Bubakan dan Mberok juga dijaga,” kata Tri Susilo, petugas keamanan Kota Lama Semarang. “Pokoknya keamanan diintensifkan dan lebih diperketat,” katanya.

Menyikapi langkah sejumlah kepala daerah mematikan lampu dalam PPKM darurat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Pemkot dan Pemkab untuk meningkatkan keamanan malam hari.

Hal ini diperlukan untuk menghindari kerawanan tindak kejahatan dan kecelakaan. “Tren mematikan lampu di malam hari, mungkin itu mengurangi pergerakan dan sebagainya. Dan beberapa tempat memang mampu mendorong masyarakat untuk tidak pergi,” kata Ganjar.

“Cuma saya minta perhatian untuk dikawal. Ada yang ngawal, ada yang jaga agar tidak terjadi kejahatan atau kecelakaan. Itu dua hal yang saya minta kabupaten/kota menyiapkan segala sesuatu,” katanya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut