get app
inews
Aa Text
Read Next : 7 Hari Kematian Dwinanda Linchia Levi, Dosen Untag Semarang Gelar Tahlil dan Doa

Lunpia Gang Lombok Semarang, Legenda Kuliner Satu Varian Rasa

Jumat, 19 Maret 2021 - 09:49:00 WIB
Lunpia Gang Lombok Semarang, Legenda Kuliner Satu Varian Rasa
Kuliner lunpia di gang Lombok nomor 11 Kota Semarang. Foto: iNews/Taufik Budi.

SEMARANG, iNews.id - Berkunjung ke Kota Semarang belum lengkap jika tidak mampir ke kedai lunpia di gang Lombok nomor 11. Kedai legendaris yang usianya telah ratusan tahun, bersanding dengan julukan Semarang sebagai kota lunpia. 

Kuliner lunpia yang terkenal di Kota Semarang, berada di gang Lombok karena paling tua namun tetap bertahan sampai sekarang. Mempertahankan cita rasa yang khas, lunpia gang Lombok tidak mau membuka cabang di tempat lain. 

Lunpia merupakan makanan tradisional khas sekaligus ikon kuliner Kota Semarang. Bentuknya bulat lonjong dengan isian perpaduan irisan rebung bambu, udang dan telur. Melihat dari tampilannya, terlihat kulit sangat krispy dengan aroma udang dan rebung yang menggugah selera. 

Tidak heran, makanan ini banyak diburu wisatawan atau warga luar daerah yang berkunjung ke Kota Semarang. Sedangkan legenda lunpia Semarang berada di gang Lombok nomor 11.  

Meskipun berukuran kecil 4x5 meter persegi, namun kedai ini mudah ditemukan. Sebab lokasinya bersebelahan dengan Kelenteng Tay Kak Sie,  yakni kelenteng tertua di Kota Semarang. 

Kedai lunpia ini sudah berusia ratusan tahun yang dikelola empat generasi secara turun temurun. Bahkan karena lamanya berdiri, pemilik kedai saat ini tidak mengetahui persis tahun berdirinya. Kini pengelolaan sudah bersiap untuk diwariskan kepada generasi kelima.  

Pengunjung datang silih berganti sejak kedai lunpia dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga tutup pukul 05.00 WIB. Selama masa pandemi Covid-19, layanan makan di tempat ditiadakan. Kini hanya melayani take away atau dibawa pulang. 

Hanya ada satu varian rasa yang dipertahankan sejak dulu hingga sekarang. Yakni campuran rebung, udang, dan telur untuk menjaga keasliannya. Semua masih dibuat dengan cara tradisional. Ukuran lunpia cukup besar dengan isian yang padat. Bagi yang tak suka amis, jangan khawatir karena keunggulan lunpia tertua ini memiliki racikan khusus. 

“Menjaga kebersihan, teknik penggulungan, hingga penggorengan menjadi faktor penting menjaga kualitas lunpia,” kata Vincent Setiawan Usodo, generasi kelima lunpia gang Lombok. 

Harga lunpia dibanderol Rp18.000 per biji. Juga tersedia lunpia basah dan goreng dengan harga sama. Untuk yang basah bisa bertahan 1 jam, sedangkan yang goreng selam 24 jam. Sehingga cocok sebagai oleh-oleh ke luar kota. 

Editor: Ary Wahyu Wibowo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut