Mal di Jateng Harus Tolak Pengunjung Jika Melebihi Kapasitas

Ahmad Antoni · Rabu, 24 Juni 2020 - 10:29:00 WIB
Mal di Jateng Harus Tolak Pengunjung Jika Melebihi Kapasitas
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengenang sosok maestro campursari Didi Kempit. (Foto: Dok.Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan agar semua mal di wilayahnya harus menaati protokol kesehatan. Salah satunya menolak pengunjung jika mal sudah melebihi kapasitas.

“Di sini nanti akan dikontrol berapa jumlah pengunjung. Jadi nanti dari sisi okupansi akan dicek satu persatu, sehingga kalau nanti kapasitasnya terlalu banyak, kami minta untuk ditolak. Nanti ya, sejam lagi, dua jam lagi,” kata Ganjar, Rabu (24/6/2020).

Jika hal itu bisa dikontrol, maka mudah-mudahan akan berjalan baik. Pemberlakuan kenormalan baru yang taat protokol kesehatan itu berlaku untuk semua mal di Jateng.

“Semuanya (mal) kami harapkan nanti melakukan seperti ini. Semuanya. Maka simulasi menjadi penting untuk setiap pengelola (mal),” ucapnya.

Di sela-sela kegiatannya bersepeda pagi, Ganjar mengamati langsung praktik protokol kesehatan di mal yang baru buka tersebut. Sebelum masuk mal, dia diperiksa petugas, seperti suhu tubuh dan memberikan cairan pembersih tangan.

“Customer yang masuk juga bisa menaati aturan sehingga bisnis jalan, kebutuhan masyarakat terpenuhi, orang berbelanja juga tidak rumit, tapi semua mesti sadar diri bahwa kondisinya belum baik 100 persen. Maka kenormalan barunya mesti disiapkan,” katanya.

Vice President Kawan Lama Corporate selaku pengelola mal Queen City, Dasep Suryanto menjelaskan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Pengelola telah mengatur jarak aman, periksaan suhu tubuh, kewajiban cuci tangan dan lainnya.

“Jadi tidak ada kekhawatiran masyarakat untuk berbelanja. Karena kami memang komitmen di samping kesehatan, juga ekonomi harus jalan,” ujarnya.

Pihaknya juga memastikan karyawan yang masuk dalam kondisi sehat. Kalau kurang fit maka akan diistirahatkan hingga mereka pulih. Termasuk jumlah mereka diatur agar jangan sampai mereka melebihi kapasitas yang seharusnya.

“Kami jaga 50 persen. Mereka kami siapkan makanan yang sehat, jadi perusahaan kasih makan gratis kepada karyawan, vitamin kami berikan,” ujarnya.

Editor : Nani Suherni