Mantan Preman di Semarang Sukses Buka Warung Burjo, Omzet Rp60 Juta per Bulan

Kristadi ยท Sabtu, 03 Oktober 2020 - 23:14:00 WIB
Mantan Preman di Semarang Sukses Buka Warung Burjo, Omzet Rp60 Juta per Bulan
Ardian Artim, pemilik warung Burjoni di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (3/10/2020). (Foto: iNews/Kristadi)

SEMARANG, iNews.id - Berawal dari kebiasaan nongkrong di warung, seorang mantan preman di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), sukses menjadi pengusaha kuliner bubur kacang hijau atau burjo. Tidak hanya mempunyai satu warung, pemuda bernama Ardian Artim ini berhasil membuka cabang baru dengan tempat lebih nyaman dan kini mendapat omzet mencapai Rp60 juta per bulan.

Ardian Artim mengatakan, masa lalu kelam sebagai seorang preman jalanan kini sudah ditinggalkannya. Pemuda berusia 27 tahun yang asli dari Kota Semarang ini telah sukses mengelola warung makan bernama Burjoni di Jalan Sirojudin, Tembalang, Semarang, dan masih akan terus mengembangkannya.

Warung makan dengan menu bubur kacang hijau, mi instan serta menu nasi lainnya ini dibuat lebih modern. Lokasinya juga tentu lebih nyaman untuk tempat nongkrong, terutama bagi kalangan mahasiswa di sekitar Kampus Universitas Diponegoro (Undip) di Tembalang.

Warung Burjoni milik Ardian Artim, di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (3/10/2020). (Foto: iNews/Kristadi)
Warung Burjoni milik Ardian Artim, di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (3/10/2020). (Foto: iNews/Kristadi)

Walaupun mengaku tidak bisa masak, Artim berusaha menghadirkan menu spesial andalan Warung Burjoni. Salah satunya, ayam bumbu Bali yang dibuat langsung oleh tiga karyawannya.

Artim mengisahkan, dahulu selepas ditinggal kedua orang tuanyadirinya pernah jadi pemuda nakal dari SMA hingga menjadi mahasiswa. Untuk menopang hidup sehari-hari, Artim bekerja serabutan. Dari menjadi pengamen hingga menjadi preman pun sempat dijalani selama lima tahun.

“Dulunya saya nakal, SMA, kuliah awal-awal, pernah ngamen juga,” ujar Artim saat ditemui di warungnya, Sabtu (3/10/2020).

Suatu hari, Artim terpikir untuk mengubah nasibnya. Hanya bermodal kepercayaan dari teman, pada tahun 2019, dia mendapat modal untuk membuka tempat nongkrong berupa warung mi dan bubur kacang ijo di sekitar Kampus IAIN Ngaliyan Semarang.

“Saya akhirnya ketemu teman baru. Trus karena senang nongkrong, terpikir untuk membuka tempat nongkrong. Saya akhirnya dapat modal untuk bikin warung Burjoni,” katanya.

Suasana di Warung Burjoni, milik Ardian Artim, Sabtu (3/10/2020). (Foto: iNews/Kristadi)
Suasana di Warung Burjoni, milik Ardian Artim, Sabtu (3/10/2020). (Foto: iNews/Kristadi)

Tidak butuh lama, Artim bisa menabung dan membuka warung baru. Konsepnya ala mahasiswa dan tentu dengan menu makanan serba murah. Artim mengaku selama dua bulan ini, warungnya Burjoni berkembang pesat dengan omzet Rp60 juta per bulan.

“Sebenarnya cek ombak dulu di sini, tapi ternyata respons masyarakat bagus, warung rame,” ujar Ardian Artim.

Artim bersyukur di usianya yang masih 27 tahun, dia bisa hidup berkecukupan dan memperoleh penghasilan besar. Bahkan, mantan preman ini juga bisa membiayai kuliah adiknya di Undip Semarang. Dia juga akan berusaha untuk terus mengembangkan warung Burjoninya.

Editor : Maria Christina