Melihat Tradisi Sedekah untuk Monyet di Lokasi Wisata Gunung Gajah
PEMALANG, iNews.id - Tradisi sedekah memberi makanan, buahan-buahan dan minuman untuk monyet di lokasi wisata Gunung Gajah menyita perhatian. Warga di Desa Gongseng, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang menggelar doa bersama untuk keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Dalam tradisi sedekah untuk monyet, warga menyiapkan aneka makanan, lauk puak, buah-buahan dan minuman. Mereka lalu menggelar doa untuk keselamatan desa agar warga selalu diberi kesehatan dan meningkat kesejahteraannya.
Warga juga menyiapkan makanan khusus untuk monyet berbagai jenis yang ada di desa mereka. Makanan berupa aneka buah-buahan, ubi, ketela dan berbagai minuman, disedikan lalu didoakan bersama. Makanan lalu diberikan kepada monyet ekor panjang, lutung, owa, dan jenis lainnya.
Hewan kera banyak menghuni kawasan hutan wisata pegunungan yang indah ini. Kera yang bergerombol langsung menyerbu makanan yang diberikan. Satori, pengelola wisata Gunung Gajah mengatakan, pihaknya menggelar tradisi memberi sedekah pada monyet sebagai bagian rasa syukur pada alam dan lingkungan.
Apalagi saat ini kondisi menjelang kemarau. Makanan di hutan menipis dan monyet banyak yang kelaparan, sehingga harus diberi makan.
“Ini juga bagian dari melestarikan tradisi agar tidak punah. Warga dan wisatawan menyambut antusias acara adat ini karena bisa menjadi hiburan tersendiri,” kata Satori.
Kepala Desa Gongseng, Saryadi menyebut, tradisi sedekah bagian rasa syukur kepada Tuhan. Sebab telah diberikan banyak rejeki dan kesehatan. Wisata gunung hajah di ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Jika dilihat dari jauh mirip hewan gajah.
Jalan ke lokasi sudah bagus dengan pemandangan indah khas pedesaan. Hamparan sawah serta hutan jati, membuat udara sejuk dengan hembusan angin segar. Pengunjung bisa menikmati keindahan bukit dengan bebatuan alam yang masih asli.
Mereka juga dapat menikmati keindahan Kabupaten Pemalang dari atas. Saat pandemi, lokasi wisata ini justru banyak menjadi alternatif. Tempatnya mudah dijangkau dari jalur pantura sekitar 30 kilometer. Sedangkan tiket masukmnya Rp3.000 per orang.
Editor: Ary Wahyu Wibowo