Menahan Tangis, Ayah Sertu Ilham Terima Jenazah Sang Anak di Rumah Duka

Saladin Ayyubi ยท Selasa, 18 Februari 2020 - 11:58 WIB
Menahan Tangis, Ayah Sertu Ilham Terima Jenazah Sang Anak di Rumah Duka
Penyerahan jenazah Sertu Anumerta Dita Ilham Primojati di rumah duka di Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Selasa (18/2/2020). (Foto: iNews/Saladin Ayyubi)

BANYUMAS, iNews.id - Tangis keluarga Sertu Anumerta Dita Ilham Primojati, korban jatuhnya helikopter MI-17 milik TNI AD di Papua tak terbendung saat jenazah tiba di rumah duka di Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Selasa (18/2/2020). Ayah dan kakak korban mengikhlaskan kepergian Dita Ilham Primojati.

Ayah Dita Ilham, Subandi terlihat tak kuasa menahan tangis saat berada di sisi peti jenazah anaknya. Kakak korban, Dita Ibnu pun tak bisa menahan air mata saat menerima peti jenazah.

"Saya rela dan bangga, dia (Dita Ilham) statusnya itu gugur sedang menjalankan tugas negara," kata Subandi sambil menahan tangis, Selasa (18/2/2020).

Dita Ilham merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Dia salah satu penumpang helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Papua 7 bulan lalu.

Ucapan duka datang dari kerabat dan tetangga korban yang ikut berbelasungkawa atas kepergian korban. Sertu Anumerta Dita Ilham mendapat kenaikan satu pangkat karena gugur dalam melaksanakan tugas di Papua.

Karangan bunga datang dari KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa dan juga Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Mochamad Effendi. Rencananya, Selasa (17/2/2020) siang, jenazah Sertu Anumerta Dita Ilham akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di desa setempat, sekitar 1 kilometer dari rumah orang tua korban.

Sebelumnya, sebanyak12 korban pesawat Helikopter M1-17 HA 5138 yang jatuh di Pegunungan Mandala Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, berhasil ditemukan tim evakuasi dari Batalion Infanteri (Yonif) 751/R, Jumat (14/2/2020). Meski demikian, proses evakuasi 12 jenazah tersebut belum bisa dilakukan sore ini akibat terkendala cuaca dan medan ekstrem.


Editor : Nani Suherni