Mengintip Pameran Seni Rupa Mata Air Bangsa: Persembahan untuk Gus Dur dan Buya Syafii

Antara ยท Minggu, 31 Juli 2022 - 08:13:00 WIB
Mengintip Pameran Seni Rupa Mata Air Bangsa: Persembahan untuk Gus Dur dan Buya Syafii
Pimpinan Wihara Mendut Kabupaten Magelang Biksu Sri Pannavaro Mahathera (kanan) menyimak lukisan dalam pameran "Mata Air Bangsa: Persembahan Untuk Gus Dur dan Buya Syafii Maarif" di Museum OHD Kota Magelang. (Antara)

MAGELANG, iNews.id - Pameran seni rupa "Mata Air Bangsa: Persembahan untuk Gus Dur dan Buya Syafii Maarif" digelar di Museum OHD Kota Magelang, 31 Juli-28 November 2022. Pameran ini merupakan ikhtiar bersama menghadirkan keteladanan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Bangsa ini butuh teladan, tetapi sedikit jumlahnya. Ketika Gus Dur wafat 30 Desember 2009 dan Buya Syafii berpulang 27 Mei 2022, sungguh ada yang rumpang, bolong, kosong," kata kurator Suwarno Wisetrotomo. saat pembukaan pameran di Magelang, Sabtu (30/7/2022).

Pameran di museum yang dikelola kolektor seni rupa ternama Indonesia, dr. Oei Hong Djien itu, menyuguhkan 33 lukisan karya 23 seniman Indonesia dan 11 lukisan lama yang selama ini menjadi koleksi Museum OHD tersebut.

Pameran dibuka oleh Kepala Kevikepan Kedu Romo Antonius Dodit Haryono, antara lain ditandai pemukulan berbagai alat, seperti beduk, kentongan, gong, dan lonceng para pemuka lintas agama, serta testimoni tentang Buya Syafii dan Gus Dur (K.H. Abdurrahman Wahid), dan pembacaan puisi.

Hadir para tokoh lintas agama, seniman, budayawan, pemerhati seni, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, tokoh kharismatis K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus), putri kedua Gus Dur yang juga Direktur Wahid Institute Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid), dan Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syukriyanto.

Suwarno yang juga pengajar Fakultas Seni Rupa dan Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu, selain bercerita tentang persiapan panjang menggelar pameran tersebut, juga menyebut dua guru bangsa --Gus Dur dan Buya Syafii-- sosok yang mampu dan berani bertindak, bersuara, membela yang teraniaya, dan menohok laku culas dalam berpolitik.

Melalui berbagai karya yang dipamerkan, ujar dia, para perupa berupaya menggugah kesadaran bersama untuk merayakan keberagaman, membangun saling pengertian, bertegur sapa, dan menguatkan.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: