Miris, Lansia Miskin di Pekalongan Tinggal dengan Ayam dan Kelinci

Suryono Sukarno ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 08:30 WIB
Miris, Lansia Miskin di Pekalongan Tinggal dengan Ayam dan Kelinci
Kondisi sepasang lansia Mbah Deman dan Mbah Wasri warga Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Foto: iNews/Suryono Sukarno)

PEKALONGAN, iNews.id - Sepasang kakek nenek miskin di Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) hidup memprihatinkan. Tinggal di rumah rusak, mereka juga harus tidur dengan ayam serta kelinci peliharaannya.

Mbah Deman dan Mbah Wasri warga Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, kondisinya mengenaskan. Rumah berdinding bambu dan beralas tanah di tengah kampung ini tak layak huni. Sebagian besar bangunan rusak, lapuk, bocor bahkan rawan roboh.

Mereka tinggal tempat ini yang juga digunakan untuk kandang ayam, bebek dan burung dara. Tak ada barang berharga di dalam rumah, dapur juga tak ada sisa makanan serta kondisi tempat tidur juga kumuh.

“Untuk makan dan kebutuhan sehari- hari bekerja buruh tani namun saya sering sakit, sehingga tidak cukup. Bantuan dari pemerintah baru dapat sembako kemarin menjelang lebaran saja, sebelumnya tidak pernah mendapat bantuan apapun," kata mbah Deman, Rabu (27/5/2020).

Meski kondisinya memprihatinkan, dia belum tercatat menjadi program keluarga harapan (PKH), tak ada Kartu Indonesia Sehat (KIS) juga tidak mendapat bantuan pangan nontunai, BPNT dan lainnya.

Bahkan, bantuan yang dijanjikan datang dari Provinsi Jateng hingga kini belum juga terealisasi. Namun kondisi tersebut tidak membuat kedua lansia ini putus asa untuk hidup. Guna bertahan hidup, dirinya menjadi buruh tanam padi dan sering dibantu tetangga juga dermawan.

“Setiap hari yang bekerja saya menjadi buruh tani, sedangkan suami saya hanya bisa di rumah, karena sedang sakit sesak napas. Untuk berobat tidak ada uang dan persediaan makanan juga sering habis,” ujar mbah Wasri.

Camat Kesesi Ajid Suryo Pratono, menyebutkan data untuk warga miskin seperti mbah Deman dan mbah Wasri ini sudah disampaikan ke dinas sosial kabupaten, provinsi hingga pusat. Untuk sembako keduanya sudah mendapatkan ari program perluasan kabupaten.

“Untuk sementara dibantu menggunakan dana perluasan sembako dari pemerintah kabupatan. Mengenai PKH, KIS sudah diusulkan namun memang belum ada kejelasan,” kata Ajid.

Kondisi ini sangat ironis dan membuat berbagai pihak prihatin. Sebagai bentuk kepedulian, dua orang anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra Saputra dan Shinanta Previta Anggraeni, berkunjung ke rumah reyot ini .

“Kami ke sini meninjau langsung kondisi kakek nenek ini dan memberikan bantuan untuk meringankan bebanya. Kami minta pemerintah bisa memperbaharui atau update data sehingga warga miskin yang tak dapat bantuan seperti ini bisa ditanggulangi,” ucap Candra Saputra.

Dia pun mengharapkan pemerintah desa aktif memantau serta menyampaikan data terbaru mengenai kondisi warganya. Hal ini agar tidak ada lagi warga miskin yang kelaparan karena Covid-19.


Editor : Nani Suherni