Misteri Kerangka dalam Septic Tank di Bantul, Polisi Dalami Keterlibatan Mertua Ayu

Kuntadi ยท Jumat, 27 Desember 2019 - 01:37:00 WIB
Misteri Kerangka dalam Septic Tank di Bantul, Polisi Dalami Keterlibatan Mertua Ayu
Septic tank milik seorang warga Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul kini dipasangi garis polisi usai penemuan kerangka manusia beberapa waktu lalu. (Foto: iNews/Kuntadi)

BANTUL, iNews.idPolres Bantul masih berupaya keras mengungkap misteri kematian Ayu Selisa yang jasadnya dibuang ke dalam septic tank di Karangjati, Kasihan, Bantul.

Polisi akan memperdalam penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah pihak. Salah satunya dari keluarga Waluyo yang merupakan mertua dari Ayu Selisa.

“Kita masih akan memperdalam keterangannya (keluarga Edi Susanto),” kata Kasat Reskrim Polres Bantul Akp Rico Sanjaya, Kamis (26/12/2019).

Usai menikah dengan Edi Susanto, Ayu tinggal bersama dengan Waluyo dan istrinya. Di rumah inilah ada empat penghuni, yakni Waluyo dan istrinya, Ayu dan Edi Susanto. Setelah Ayu hilang, mereka bertiga tetap tinggal di rumah tersebut.

Sepekan sebelum Edi Susanto bunuh diri, kata Rico, Edi sempat berkata kepada ayahnya jika Ayu masih ada di sekitar rumahnya. Namun, Waluyo tidak berani bertanya keberadaan menantunya.

Padahal sebelumnya, Ayu dikabarkan meninggalkan rumah tanpa pamit atau minggat. “Ayahnya itu kaget, tetapi tidak berani bertanya seperti apa meninggalnya tidak berani,” ujarnya.

Waluyo juga sempat dibuat bingung dengan tingkah laku dari Edi Susanto. Terakhir dia mengajak ayahnya untuk salat berjamaah. Ayahnya disuruh menjadi imam. “Habis itu dia ditemukan bunuh diri,” ucapnya.

Dari penuturan orang tua Ayu, kata Rico, dia pernah minta cerai kepada suaminya. Alasannya kasar dan Ayu kerap mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Namun, kekerasan dalam rumah tangga ini tidak sampai dilaporkan. Satu-satunya laporan yang ada hanya kaitan dengan hilangnya Ayu. Itu pun sudah 10 tahun lalu.

“Pada 2009 itu keluarganya datang ke polres menginfokan orang hilang dan belum diketemukan,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki