MNC Peduli Bangun Sarana Air Bersih untuk Warga 2 Kecamatan di Kendal

Eddie Prayitno ยท Senin, 24 Desember 2018 - 18:07 WIB
MNC Peduli Bangun Sarana Air Bersih untuk Warga 2 Kecamatan di Kendal
Ketua MNC Peduli Syafril Nasution pose bersama warga Desa Wirosari, Kecamatan Patean, Kendal seusai penyerahan bantuan sarana air bersih. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – Warga Desa Wirosari, Kecamatan Patean dan Dusun Kalibubak Desa Kebongembong, Kecamatan Pageruyung, Kendal, Jawa Tengah kini tidak perlu lagi berjalan kaki sejauh 5 kilometer untuk mendapatkan sumber air bersih.

Sebab, di wilayah tersebut, kini sudah dibangun sarana air bersih bantuan MNC melalui program MNC Peduli. Warga dua kecamatan tersebut sebelumnya mengambil air sungai atau membeli air bersih untuk kebutuhan memasak dan keperluan sehari-hari lainnya.

Penyebabnya, karena kondisi wilayah mereka kering dan tandus. Bantuan dari pemerintah daerah masih terbatas dan warga tidak semuanya mendapatkan bantuan air bersih karena jarak yang jauh dari pusat kota.

Ketua MNC Peduli, Syafril Nasution mengatakan, MNC berkomitmen untuk membantu warga yang membutuhkan terutama di daerah terpencil yang jarang tersentuh bantuan. “Sebenarnya MNC Peduli tidak memilih daerah mana, tapi melihat daerah yang sangat membutuhkan,” katanya di sela-sela meresmikan pembangunan sarana air bersih di Kendal, Senin (24/12/2018).

Caleg DPR dari Perindo Dapil Semarang dan Kendal ini menuturkan, pembangunan sarana air bersih ini bisa membantu warga sekitar mendapatkan air bersih mengingat jarak ke kantor kelurahan saja mencapai 6 km. Sedangkan ke kantor kecamatan lebih dari 15 km.

“Kami berharap, program bantuan air bersih itu bisa bermanfaat bagi warga. Mereka tak lagi kesulitan mendapatkan air baik untuk keperluan sehari-hari maupun minuman ternak,” tandasnya.

Warga Dusun Kalibubak, Sukoyo mengatakan, bantuan dari MNC ini menjadi harapan warga di desanya untuk bisa mudah mendapatkan air bersih. “Di Dusun Kalibubak Desa Kebongembong ini terdapat 52 kepala keluarga dengan 198 jiwa. Kebanyakan mereka selalu kesulitan air bersih terlebih pada musim kemarau hingga harus berjalan ke sungai,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki