Tausiah

MUI: Dosa Hukumnya Menolak Pemakaman Jenazah Corona

Nani Suherni ยท Sabtu, 04 April 2020 - 17:13 WIB
MUI: Dosa Hukumnya Menolak  Pemakaman Jenazah Corona
Petugas berpakaian khusus memasukan jenazah corona ke dalam peti. (Foto: Antara)

SEMARANG, iNews.id - Kasus penolakan pemakaman jenazah korban virus corona banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Penolakan itu dipicu kekhawatiran berlebihan warga yang takut virus tersebut akan menulari mereka meski sudah dikubur. Warga memblokade jalan menuju pemakaman karena takut tertular.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Jateng KH Fadlolan Musyaffa mengatakan, jika masyarakat di suatu daerah menolak pemakaman jenazah maka semuanya akan berdosa.

"Kalau muslim kepada muslim itu ada lima yang pertama wajib memandikan, mengkafani, mengyolati, mengangkat jenazah dan menguburkan. Itu hukumnya fardu kifayah, kalau ditolak dosa semuanya," kata KH Fadlolan Musyaffa saat menjelaskan hukum mengurus jenazah corona bersama Gubernur Ganjar Pranowo.

Disinggung soal sikap warga yang saat ini menolak jenazah, sang kiai pun meminta warga untuk membuka wawasan luas. Salah satunya pengetahuan tentang penanganan jasad pasien Covid-19.

"Sehingga kita harus arif dan bijaksana. Mayat tidak pernah punya kewajiban. Yang punya kewajiban itu yang hidup. Menolak juga dosa hukumnya," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, syariat Islam telah mewajibkan umat Islam harus menghormati jenazah, apalagi sesama umat Islam.

Kiai Said juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menolak pemakaman jenazah yang meninggal akibat Covid-19, dengan syarat pihak rumah sakit yang menangani sudah betul-betul menjalankan keamanan sesuai aturan medis.

Oleh karena itu, siapa pun jenazah yang beragama Islam harus diperlakukan dengan baik, dimandikan yang bersih dan suci, dikafani dengan syarat-syarat tertentu, kemudian dikubur dengan penuh penghormatan. "Tidak boleh jenazah diremehkan atau mendapatkan penghinaan," tutur Kiai Said dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4/2020).


Editor : Kastolani Marzuki