Ngaku Polisi dan Bawa Airsoft Gun, Pelajar Intimidasi dan Rampas Motor

Saeful Efendi ยท Rabu, 04 April 2018 - 11:28:00 WIB
Ngaku Polisi dan Bawa Airsoft Gun, Pelajar Intimidasi dan Rampas Motor
Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi saat menunjukkan barang bukti airsoft gun dan ketiga tersangka. (Foto: iNews/Saeful Efendi)

BOYOLALI, iNews.id – Pelajar tingkat SMA berinisial SAS,  warga Masaran, Sragen, hanya bisa pasrah saat ditangkap tim Reskrim Polres Boyolali, Jawa Tengah. Dia diringkus bersama dua rekannya, masing-masing AK dan IR, lantaran diduga terlibat kasus pencurian dengan perampasan sejumlah unit sepeda motor milik warga.

Informasi yang dihimpun iNews, aksi pencurian dengan perampasan para pelaku dilakukan di sejumlah lokasi, satu di antaranya di pinggiran jalan Tol Soker Ngemplak Boyolali, dengan korban yakni Farida (15) warga Dengungan, Bayudono, Boyolali. Bermodal pistol airsoft gun dan postur tubuh yang meyakinkan. Kawanan pencuri itu berpura-pura mengaku sebagai anggota polisi yang hendak melakukan operasi terhadap sejumlah remaja yang sedang nongkrong di pinggiran jalan.

Mereka berlagak sebagai petugas yang menanyakan dan meminta surat kendaraan para korbannya. Jika tidak mampu menunjukkan, maka kawanan pelaku akan membawa korban dan kendaraannya ke kantor polisi.

Setelah korban terperdaya dan mengikuti perintah para pelaku. Maka pelaku akan membonceng korban dengan berpura-pura menuju kantor polisi. Namun saat di tengah perjalanan, pelaku menyuruh korbannya turun dan meninggalkannya. Pelaku pun membawa kabur motor milik para korbannya. Tak tanggung-tanggung, aksi itu telah mereka lakukan sebanyak puluhan kali hingga akhirnya terciduk aparat kepolisian.

"Modus yang mereka gunakan dengan mengaku sebagai anggota (polisi). Mereka kemudian mengambil barang berharga milik korbannya, motor maupun ponsel," kata Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi, Selasa 3 April 2018.

Dia melanjutkan, dari hasil pemeriksaan, kawanan pelaku sudah melancarkan aksinya di 28 tempat kejadian perkara (TKP). Barang rampasan yang mereka dapatkan, baik motor maupun ponsel kemudian dijual secara online.

"Para pelaku kami tangkap di rumahnya masing-masih dari hasil penyelidikan," ujarnya.

Pengakuan pelaku, aksi itu mereka lakukan terhadap korban yang rata-rata masih remaja. Mereka menunjukkan pistol airsoft gun yang dibawanya untuk mengelabui dan mengintimidasi korbannya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman maksimal kurungan 15 tahun penjara. Saat ini ketiga pelaku mendekam di sel tahanan Mapolres Boyolali untuk penyidikan lebih lanjut.


Editor : Donald Karouw