Oknum Karyawan BMT di Banyumas yang Bawa Kabur Uang Nasabah Ditangkap

Saladin Ayyubi ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 20:26 WIB
Oknum Karyawan BMT di Banyumas yang Bawa Kabur Uang Nasabah Ditangkap
Kasatreskrim Polresta Banyumas, AKP Berry (Foto: iNews/Saladin Ayyubi)

BANYUMAS, iNews.id - Terduga pelaku penggelapan dana ratusan nasabah BMT Insan Mandiri di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah diamankan polisi, Jumat (19/6/2020). Pelaku yang merupakan karyawan koperasi tersebut mengaku telah menggelapkan uang nasabah Rp2,5 miliar.

Kasatreskrim Polresta Banyumas, AKP Berry mengatakan, beberapa korban oknum itu melaporkan usai menggeruduk kantor BMT Insan Mandiri. Baru lima orang yang melaporkan, namun ada dugaan korban lainnya. Dari laporan kelima korban, kerugian sementara sebanyak Rp400 juta rupiah.

"Data awal korban ada 45 nasabah itu baik perorangan atau atas nama nasabah. Yang baru laporan baru sekitar lima orang. Kerugian dari lima korban ini, kami jumlah sekitar Rp400 juta," ucap Berry, Jumat (19/6/2020).

Dia menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku ini menawarkan sejumlah bunga tinggi. Bahkan, ada beberapa korban yang diiming-imingi hadiah televisi. Warga yang percaya akhirnya tertarik menjadi nasabah, padahal uang tersebut tidak disetorkan ke koperasi.

"Kalau dari keterangan pelaku, korban mau soalnya ditawarkan sejumlah bunga dan akan mendapatkan televisi dan keuntungan lainnya," ucapnya.

Sebelumnya, Manager BMT Insan Mandiri, Toidin menjelaskan oknum karyawan yang membawa kabur dana nasabah. Toidin menjelaskan, pelaku berhasil membawa kabur dana nasabah dengan memalsukan kartu dan slip setoran dengan cara mencetak sendiri.

Tanda tangan manajer juga ikut dipalsukan. Sebab, tidak ada stempel dan nomor seri serta nomor nasabah dalam slip setoran tersebut.

"Staf kami ini benar-benar memalsukan dokumen deposito dan tanda tangan saya," ucapnya.

Seperti diberitakan, ratusan nasabah menggeruduk kantor BMT Insan Mandiri di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (18/6/2020). Mereka kecewa karena tidak bisa mencairkan uang simpanannya yang ditabung dan didepositokan. Diduga, uang sekitar Rp5 miliar milik para nasabah ini dibawa kabur oknum karyawan.


Editor : Nani Suherni