Pakai Blangkon dan Baju Adat Jateng, Ganjar Keliling Pantau Banjir Grobogan

Kuntadi ยท Kamis, 09 Januari 2020 - 15:13 WIB
Pakai Blangkon dan Baju Adat Jateng, Ganjar Keliling Pantau Banjir Grobogan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tinjau lokasi terdampak bencana banjir di Grobogan dan Demak, Jawa Tengah, Kamis (1/9/2020). (Foto: Istimewa)

GROBOGAN, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkeliling meninjau lokasi terdampak bencana banjir yang melanda di sejumlah wilayah seperti di Grobogan dan Demak, Jawa Tengah. Setidaknya sebanyak delapan kecamatan di Kabupaten Grobogan terdampak banjir sejak Rabu (8/1/2020).

Didampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Kalakhar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sudaryanto, Ganjar meninjau Sungai Tuntang yang meluap karena intensitas hujan tinggi dan air kiriman dari wilayah hulu sungai.

BACA JUGA: Hendak Mengungsi karena Banjir, Warga Grobogan Tewas Terpeleset

Selain meninjau sungai dari atas jembatan, Ganjar juga mengunjungi posko di Kecamatan Gubug untuk menyapa para relawan dan pengungsi. Ganjar mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan agar tidak terpapar penyakit yang mengancam saat banjir.

Adapun delapan kecamatan yang terdampak di Grobogan meliputi; Kecamatan Karangrayung, Kecamatan Gubug, Kecamatan Godong, Kecamatan Tanggungharjo, Kecamatan Tegowanu, Kecamatan Penawangan, Kecamatan Kedungjati dan Kecamatan Purwodadi.

BACA JUGA: Tanggul Sungai Jebol, Banjir Lumpuhkan Aktivitas Warga di Grobogan

Selain merendam desa/kelurahan dan infrastruktur serta fasilitas umum, banjir juga mengakibatkan satu warga meninggal dunia karena terpeleset di dalam rumah yang terendam air dari jebolan Tanggul Kali Jajar di Kecamatan Karangrayung.

Ratusan hektare sawah yang ditanami padi berumur sekitar 1 bulanan juga terendam dan terancam gagal panen.

Selain Kabupaten Grobogan, wilayah Kabupaten Demak juga terdampak banjir karena luapan Sungai Tuntang dan jebolnya tanggul penahan sungai. Data sementara dari BNPB Kabupaten Demak menyebutkan, sebanyak 4.000 kepala keluarga terdampak banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 80-150 sentimeter. Diprediksi ketinggian air akan bertambah. Setidaknya saat ini 180 jiwa mengungsi di kantor kecamatan.


Editor : Nani Suherni