PDIP Prediksi Paslon Rekomendasi Pilkada Jateng Lawan Kotak Kosong di 6 Daerah

Ahmad Antoni, Sindonews ยท Kamis, 20 Februari 2020 - 17:17 WIB
PDIP Prediksi Paslon Rekomendasi Pilkada Jateng Lawan Kotak Kosong di 6 Daerah
Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto (tengah) (Foto: Sindonews)

SEMARANG, iNews.id - PDI Perjuangan (PDIP) memprediksi pilkada 2020 di enam kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng) hanya diikuti pasangan calon (paslon) tunggal. Enam paslon yang akan diusung partai tersebut berpotensi melawan kotak kosong.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Kusriyanto menyatakan, menargetkan kemenangan 12 paslon yang telah direkomendasikan maju di Pilkada Jateng.

"Dari 12 itu kan menang. Dari 21 kabupaten/kota yang menggelar pilkada di 2020, target minimal kami menang di 14 daerah," kata Bambang, Kamis (20/2/2020).

Dia menyebutkan, dari 12 daerah tersebut, enam kabupaten/kota dimungkinkan nihil paslon lawan. Enam daerah tersebut yakni, Kota Semarang, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Semarang.

"Misalnya di Kabupaten Semarang. Sampai tahapan rekom ini keluar, partai lain tidak mengusulkan, berpotensi nggak ada lawan," katanya.

Menurutnya, jika pilkada melawan kotak kosong, akan meringankan kerja partai. Tetapi, mesin partai sudah siap untuk bergerak. Reorganisasi di tingkat ranting saat ini bisa dimanfaatkan masing-masing paslon untuk konsolidasi.

"Kalau lawan bumbung kosong, nggak ada pertarungan, kami konsolidasi saja," ujar Bambang.

Dia menambahkan, visi misi paslon yang diusung PDI Perjuangan akan dibuatkan oleh partai. Hal tersebut terkait Trisakti Bung Karno dan Pola Pembangunan Semesta Berencana Berkelanjutan.

"Mereka nanti menjalankan visi misi partai," katanya.

Adapun 12 paslon yang telah direkomendasikan DPP PDI Perjuangan untuk maju pilkada di Jateng yakni, Joko Sutopo - Sriyono (Kabupaten Wonogiri), Kusdinar Untung Yuni Sukowati - Suroto (Kabupaten Sragen), Agus Sukoco - Eko Priyono (Kabupaten Pemalang), Hendrar Prihadi - Hevearita G Rahayu (Kota Semarang), Sri Sumarni - Bambang Pujiyanto (Kabupaten Grobogan), Sri Mulyani - Aris Prabowo (Kabupaten Klaten), Mohammad Said Hidayat - Wahyu Irawan (Kabupaten Boyolali), Esti’anah - Joko Sutanto (Kabupaten Demak), Ngesti Nugraha - Basari (Kabupaten Semarang), Arif Sugiyanto - Rista (Kabupaten Kebumen), Arif Rohman - Tri Yuli Setyowati (Kabupaten Blora), Dyah Hayuning Pratiwi - Sudono (Kabupaten Purbalingga).


Editor : Nani Suherni