Pelaku Pembunuhan Siswi SD di Bogor Sempat Kecopetan di Semarang
PEMALANG, iNews.id - Pelaku pembunuhan anak berusia delapan tahun di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) sempat melarikan diri ke sejumlah daerah. Namun dia menjadi korban copet, sehingga memutuskan pulang ke kampung halaman.
Pelaku, H (23), merupakan warga Cikalong, Desa Gendoang, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Dia sempat diamankan Unit Reskrim Polsek Moga sebelum kasusnya diambil alih PPA Polres Pemalang.
Kapolres Pemalang, AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan, setelah membunuh korban, tersangka yang takut kemudian melarikan diri ke Kota Surabaya selama dua hari. Kemudian berlanjut ke Kota Cirebon dan Kota Semarang.
"Di Semarang korban mengalami kecopetan. Karena itu dia memutuskan pulang ke Pemalang," ujar Kristanto di Mapolres Pemalang, Jateng, Kamis (4/7/2019).
Saat ada informasi, pelaku berada di kampung halaman, Unit Reskrim Polsek Moga dipimpin Kapolsek Iptu Totok Purwanto langsung ke rumah tersangka. Saat benar dipastikan tersangka berada di sana, polisi pun menjemput H.
"Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku terganggu dengan korban. Padahal dirinya ingin beristirahat setelah pulang berjualan," ujar Kristanto.
Sebelumnya, pelaku pembunuhan siswi SD, FAN (8), sempat menjadi buronan polisi. Pria yang berprofesi sebagai tukang bubur itu mengontrak di rumah kakek korban, Kampung Cinangka, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung.
FAN, siswi kelas 2 SD ditemukan tak bernyawa dengan tubuh terbungkus kain sarung di dalam bak mandi rumah kontrakan tersangka. Korban awalnya dilaporkan hilang oleh orang tuanya sejak Sabtu 29 Juni 2019 sebelum ditemukan tewas.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal