Pelayaran ke Karimunjawa Dihentikan akibat Cuaca Buruk, Penumpang Kapal Menginap

Alip Sutarto ยท Rabu, 08 Januari 2020 - 01:08 WIB
Pelayaran ke Karimunjawa Dihentikan akibat Cuaca Buruk, Penumpang Kapal Menginap
Ratusan kapal nelayan dan kapal penumpang terpaksa disandarkan di dermaga Pelabuhan Kartini, Jepara akibat cuaca buruk, Selasa (7/1/2020). (Foto: iNews/Alip Sutarto)

JEPARA, iNews.id – Aktivitas pelayaran di Pelabuhan Penyeberangan Kartini, Jepara, Jateng lumpuh akibat cuaca buruk. Kapal tujuan Karimunjawa dari Jepara maupun sebaliknya tidak beroperasi lantaran gelombang laut mencapai 2,5 meter, sehingga membahayakan kapal.

Akibat penundaan jadwal pelayaran, ratusan penumpang yang akan kembali ke Karimunjawa terpaksa menginap di pelabuhan hingga beberapa hari ke depan menunggu kondisi cuaca membaik.

Kepala Syahbandar Jepara, Tri Jotho Sukristiyono mengatakan, kapal penyeberangan rute Jepara- Karimunjawa maupun sebaliknya sementara waktu tidak dioperasionalkan. “Cuaca buruk sepanjang pekan ini membuat otoritas pelayaran di Jepara memutuskan tidak memberikan izin bagi semua pelayaran,” kata dia, Selasa (7/1/2020).

 

Tri Jotho menjelaskan, ketinggian gelombang laut saat ini mencapai 2,5 meter. Sedangkan kapal penyeberangan Jepara-Karimunjawa hanya memiliki freeboat di bawah 2,5 meter.

“Kondisi gelombang masih berpotensi tinggi. Saat ini, ketinggian gelombang antara 1,5 sampai 2,5 meter,” katanya.

BACA JUGA:

4 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Depan RSI Jepara, 7 Orang Luka Parah

Cuaca Buruk, Jalur Pendakian Gunung Sindoro dan Sumbing Ditutup Sementara

Pantauan iNews, dampak cuaca buruk itu mengakibatkan kapal-kapal penyeberangan harus bersandar di dermaga pelabuhan, seperti KM Siginjai maupun Expres Bahari. Ratusan kapal nelayan juga masih berlindung dari hempasan gelombang laut.

Penundaan jadwal pelayaran jepara-karimunjawa berdampak pula terhadap calon penumpang, seperti dialami Mat Safi’i. Dia bersama istri dan dua anaknya terpaksa menginap di kantor pelabuhan sejak Jumat (3/1/2020) lalu. Mereka mengaku gelisah karena belum bisa kembali bekerja sedangkan bekal yang mereka bawa mulai menipis. “Ya, gimana lagi. Cuacanya sedang begini. Bosan juga sih, wong nggak ada kerjaan,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki