Penuh Haru, Adik dan Anak Paku Buwono XIII Akhirnya Keluar Keraton Setelah Dikurung 3 Hari

Bramantyo ยท Sabtu, 13 Februari 2021 - 18:26:00 WIB
Penuh Haru, Adik dan Anak Paku Buwono XIII Akhirnya Keluar Keraton Setelah Dikurung 3 Hari
Suasana haru terlihat setelah dua putri keturunan Pakubuwono XII dan Pakubuwono XIII dan tiga abdi dalem keluar dari dalam Keraton Solo, Sabtu (13/2/2021). (Foto: Okezone/Bramantyo)

SOLO, iNews.id - Adik kandung dari Paku Buwono (PB) ke-XIII Gusti Moeng beserta keponakannya yang juga anak dari Raja Sinuhun Hangabehi yang bertahta saat ini yakni Gusti Timoer Rumbai, akhirnya bisa keluar dari dalam Keraton Kasunanan, Sabtu (13/2/2021). Keduanya sempat terkunci dalam Keraton Solo selama tiga hari dua malam, sejak Kamis (11/2/2021) siang.

Suasana haru terlihat setelah dua Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan tiga abdi dalem itu keluar dari dalam Keraton.

Beberapa kerabat abdi dalem yang keluarganya ikut terkunci bersama dua putri raja ini tak henti-hentinya merangkul keluarga mereka, sesaat keluar dari dalam Keraton.

Begitu pula Gusti Timoer Rumbai atau GKR Timoer Rumbai langsung memeluk putranya yang masih kecil. Bahkan, GKR Timoer Rumbai sempat memarahi para penjaga Keraton yang sempat menarik putranya.

"Hati-hati jangan main kasar. Ini wayah (cucu) Sinuhun (Raja Keraton). Sopan sedikit," teriak GKR Timoer Rumbai pada para penjaga pintu Korikamandungan (pintu utama Keraton), Sabtu (13/2/2021).

Suasana haru terlihat setelah dua putri keturunan Pakubuwono XII dan Pakubuwono XIII dan tiga abdi dalem keluar dari dalam Keraton Solo, Sabtu (13/2/2021). (Foto: Okezone/Bramantyo)
Suasana haru terlihat setelah dua putri keturunan Pakubuwono XII dan Pakubuwono XIII dan tiga abdi dalem keluar dari dalam Keraton Solo, Sabtu (13/2/2021). (Foto: Okezone/Bramantyo)

Gusti Moeng kepada wartawan mengaku bersyukur akhirnya bisa keluar dari dalam Keraton. Gusti Moeng pun menceritakan apa yang dialaminya selama dirinya dikunci didalam.

Menurut Gusti Moeng, dirinya sangat senang sekali akhirnya bisa sampai di Keputren dan bisa melihat kondisi Keraton seutuhnya. 

"Saya sangat terenyuh melihat Keputren, tempat tinggal kita lahir dan sampai umur 34 tahun saya menikah, harus meninggalkan Keputren, luar biasa (saat melihat kondisi) seperti kuburan. Rasanya miris lihat itu. Sepertinya habis dipotongin semak-semaknya. Tapi bangunan benar-benar sudah memprihatinkan," kata Gusti Moeng.

Kesedihan kedua putri Raja ini semakin menjadi, saat melihat kondisi Keraton, tempat tinggal mereka dulu.

"Selama tiga hari dua malam saya bersama jeng Timur -panggilan Gusti Timoer Rumbai- bersama Sentono dan para penari, bisa menjadi menjadi saksi ketidakmampuan sinuhun untuk mengurus Keraton," katanya.

Menurut Gusti Moeng, awalnya dirinya tidak mengira bisa masuk ke dalam Keraton, meskipun akhirnya terkunci di dalam.

Saat itu, dirinya melintas di Korikamandungan, dirinya melihat ada RI 10 terparkir di depan Keraton. Begitu meihat ada mobil RI 10 dan pintu Keraton terbuka, dirinya langsung turun dan masuk ke dalam.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2