Penyerang Wakapolres Karanganyar Pernah Dihukum Kasus Terorisme

Kristadi, Antara ยท Senin, 22 Juni 2020 - 19:11 WIB
Penyerang Wakapolres Karanganyar Pernah Dihukum Kasus Terorisme
Mapolres Karanganyar dijaga ketat petugas, Senin (22/6/2020). (Foto: iNews/Wahyu Endro)

SEMARANG, iNews.id - Karyono Widodo pelaku penyerangan terhadap Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni dan driver Bripda Hanir Ariyono di lereng Gunung Lawu, Tawangmangu diketahui pernah menjalani hukuman sebagai narapidana kasus terorisme.

Hal itu diungkapkan adik Karyono Widodo, Rohman Budi Santoso  saat serah terima jenazah dari kepolisian di kamar jenazah RS Bhayangkara Semarang, Senin, (22/6/2020).

Menurut dia, almarhum terakhir bertemu dengan keluarga pada 2019 saat diantar pulang oleh petugas setelah menjalani hukuman.

"Terakhir bertemu waktu pulang tahun 2019 lalu. Setelah itu tidak pernah berhubungan," katanya.

Menurut dia, Karyono Widodo merupakan pribadi yang tertutup.
Bahkan, kata dia, almarhum juga pernah mengaku telah memiliki istri berkewarganegaraan Malaysia.

"Mengakunya sudah berkeluarga, tetapi tidak tahu kapan menikahnya, di mana menikahnya," katanya.

Rohman mengatakan, keluarga telah ikhlas dan sepakat jika almarhum dimakamkan di Semarang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto juga membenarkan pelaku merupakan mantan napi kasus tindak pidana terorisme.

"Pernah menjalani hukuman di Lapas Way Kanan Lampung," katanya.

Kepastian identitas pelaku penyerangan anggota Polres Karanganyar itu didasarkan atas penelusuran sidik jari, pencocokan DNA, serta keterangan keluarga yang membenarkan.

Pelaku diketahui bernama Karyono Widodo warga Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Sebelumnya diberitakan, orang tak dikenal menyerang anggota Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni saat kegiatan susur Gunung Lawu dalam rangkaian HUT Bhayangkara, Minggu (21/6/2020).

Sopir Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni, Bripda Hanif Ariyono mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya akibat serangan senjata tajam pelaku.

Pelaku tewas setelah petugas menembak kaki pelaku sebanyak tiga kali. Pelaku diduga kehabisan darah saat mendapat perawatan.


Editor : Kastolani Marzuki