Perut Gunung Merapi Bengkak 0,5 Cm per Hari, Ganjar: Masih Aman tapi Waspada

Ahmad Antoni ยท Kamis, 16 Juli 2020 - 20:32 WIB
Perut Gunung Merapi Bengkak 0,5 Cm per Hari, Ganjar: Masih Aman tapi Waspada
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendatangi Pos Pengamatan Gunung Api Merapi di Babadan, Kabupaten Magelang, Kamis (16/7/2020). (Foto: Istimewa)

MAGELANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo kembali memastikan kondisi terkini Gunung Merapi dengan mengunjungi Pos Pantau Babadan di Kabupaten Magelang, Kamis (16/7/2020). Dari kunjungannya itu, Ganjar mendapat informasi kondisi gunung di tengah Pulau Jawa itu masih aman meskipun terjadi pembengkakan rata-rata 0,5 sentimeter (cm) per hari.

Ganjar tampak seksama melihat beberapa layar monitor yang menggambarkan kondisi gunung dengan ketinggian 2.930 mdpl itu, seperti aktivitas vulkanik, gas dan lainnya. Petugas Pos Pantau Babadan juga memberikan penjelasan kepada Ganjar terkait kondisi Merapi saat ini.

"Pembengkakan perut merapi terjadi rata-rata 0,5 cm perhari. Kategori itu masih cukup aman. Sejak 22 Juni sampai sekarang, pembengkakan terjadi hanya 14 cm," kata petugas pos pantau Babadan, Yulianto.

Yulianto menjelaskan kepada Ganjar, dibandingkan dengan tahun 2006 saat Merapi erupsi, kondisi ini masih cukup aman. Sebab saat 2006 lalu, pembengkakan perut merapi mencapai 3 meter per hari.

"Insyaalah masih aman, tapi statusnya tetap waspada. Kalau melihat pergerakannya sejak 22 Juni sampai sekarang hanya 14 cm. Itu kategori masih aman karena teman-teman pos pengamatan selalu aktif, termasuk yang di Babadan ini," kata Ganjar.

Meski begitu, Pemprov Jateng tetap melakukan antisipasi-antisipasi apabila Merapi meletus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng sudah menyiapkan dengan baik.

"BPBD sudah siapkan antisipasi-antisipasinya. Di sini, ada juga keluarga kembar yang disiapkan. Jadi kalau terjadi bencana, bisa mengungsi di tempat keluarganya itu. Tapi saya pesankan agar protokol kesehatannya dijaga karena sekarang sedang ada Covid-19," katanya.

Sejumlah simulasi juga sudah dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Semua kekuatan baik TNI/Polri, Tagana, SAR, kepala desa dan masyarakat sudah melakukan simulasi-simulasi penanganan.

"Bahkan kami lebih lengkap lagi soal pelatihannya. Selain untuk menyelamatkan nyawa orangnya, tapi juga hewan ternaknya. Karena kalau hewan ternak tidak difasilitasi, pengalaman dahulu orang dipengungsian masih teringat hewan ternak dan mencuri waktu untuk pulang. Ini kan bahaya," katanya.

Menurut Ganjar, dengan persiapan itu, maka semua sudah siap apabila terjadi bencana erupsi Merapi. Masyarakat di sekitar puncak gunung juga semuanya sudah siap dengan pengalaman dan kearifan lokal masing-masing.

"Masyarakat yang ada di Magelang, Klaten dan Boyolalo semua sudah paham, apa itu wedus gembel, pergerakannya ke arah mana. Semua sudah tahu. Sekarang ditambah dengan ilmu pengetahuan di pos jaga ini, semuanya akan lebih presisi lagi. Mudah-mudahan semua aman," katanya.


Editor : Maria Christina