Petani di Semarang 23 Tahun Tak Gunakan Pupuk Subsidi Pilih Pakai Organik, Ini Alasannya

Ahmad Antoni ยท Kamis, 29 September 2022 - 12:38:00 WIB
Petani di Semarang 23 Tahun Tak Gunakan Pupuk Subsidi Pilih Pakai Organik, Ini Alasannya
Aktivitas petani menggunakan pupuk organik. (Foto: Ilustrasi/Ist)

SEMARANG, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong petani menggunakan pupuk organik untuk keberlangsungan aktivitas pertanian berkelanjutan. Harapannya, agar terus berproduksi walau dihadapkan tantangan perubahan iklim ekstrem global dan persoalan lainnya. 

Meskipun tidak dipungkiri sebagian besar petani hingga saat kesulitan butuh dan butuh waktu untuk melakukan peralihan dari pupuk kimia ke pupuk organik. 

Padahal, berapa ahli sudah menyarankan penggunaan pupuk organik sebagai salah satu solusi yang dapat memberikan petani banyak keuntungan, di samping dapat menekan biaya, pupuk organik dianggap tidak merusak kesuburan tanah. 

Contohnya, Ketua Kelompok Tani Albarokah yang bernama Musthofa di Semarang, Jawa Tengah. Dirinya mengklaim sudah 23 tahun menggunakan pupuk organik dan hingga saat ini tidak ketergantungan dengan pupuk kimia sintetik. 

"Kami memang  sudah konsen 23 tahun yang lalu memakai pupuk organik dan itu kami buat sendiri, sehingga kami memang punya pabrik sendiri. Produknya kami sudah global, di dalam maupun luar negeri,” kata Musthofa, Kamis (29/9/2022). 

“Mulai dari tahun 1998, jadi kami memang sudah lama dan kami mempunyai pabrik, jadi pupuk organik itu kami budidayakan dan kami aplikasikan dari, oleh dan untuk petani," katanya. 

Dia mengatakan, banyak sekali manfaat dalam menggunakan pupuk organik, salah satu yang ia rasakan adalah pupuk organik dapat menghilangkan ketergantungannya terhadap pupuk subsidi pemerintah.

"Jadi kami punya teknologi, dan kami bermitra dengan beberapa perguruan tinggi kemudian dari laboratorium untuk bagaimana membuat, memproduksi bagaimana pupuk organik itu standarisasi internasional. Jadi kalau sekarang ada kelangkaan pupuk atau sulit semakin mahal, nah kami 23 tahun sudah tidak merasakan itu. Kami tidak memakai pupuk subsidi dari pemerintah," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Musthofa, dirinya sebagai anggota Asosiasi Organik Indonesia (AOI) khususnya di Jawa Tengah telah mengembangkan sekitar 1800 hektare yang menggunakan pupuk organik.

"Ini di kantong-kantong kecamatan, desa, petani sudah menggunakan pupuk sendiri. Dan kami punya alat tester untuk mengukur kesuburannya, pH nya dan ini dimiliki oleh petani," katanya.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: