Polisi Pasang Garis Pengaman di Sumur Penghasil Air Panas di Tegal

Yunibar ยท Rabu, 08 Januari 2020 - 00:00:00 WIB
Polisi Pasang Garis Pengaman di Sumur Penghasil Air Panas di Tegal
Warga mencoba air panas dari sumur milik Tohayah di tegal, Jateng. (Foto: iNews/Surya Pamungkas)

TEGAL, iNews.id - Fenomena sumur menghasilkan air panas di Tegal menarik perhatian warga. Untuk mencegah warga mengambil, polisi memasang garis polisi di sumur milik Muntopik di Desa Grobog Wetan, Kecamatan Pangkah itu.

Pemasangan garis polisi itu dimaksudkan agar masyarakat tak buru-buru mengambil air panas dari sumur. Karena Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal sedang melakukan uji laboratorium terhadap kandungan air panas tersebut.

"Kami pasang grais polisi agar masyarakat tak mengambil dulu, karena siapa tau mengandung racun. Kami hanya mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan," kata Kapolsek Pangkah, Kompol Edi Riyanto di lokasi.

BACA JUGA: Aneh, Sumur di Tegal Keluarkan Uap dan Air Panas Bersuhu 60 Derajat Celcius

Sementara itu sebelum dipasang garis polisi, warga berdatangan untuk melihat sumur yang menghasilkan air panas tersebut. Untuk mengobati rasa penasaran mereka pun dipersilakan untuk merasakan dengan tangan, air panas yang diambil dari dalam sumur.

Bahkan beberapa perempuan lanjut usia meminta izin pemilik untuk mengambil air panas. Tujuannya untuk mengobati penyakit.

“Ini untuk penyakit, soalnya kaki sudah sering linu dan pegal. Bukan diminum, tapi ditempelkan. Ini masih coba-coba, tetap doa sama Allah,” kata warga bernama Robiatul Adawiyah.

BACA JUGA: Air Panas dari Sumur di Tegal, Warga Berbondong-Bondong Ambil untuk Sembuhkan Penyakit

Muntopik mengatakan bahwa sumur tersebut sudah ada sejak 70 tahun lalu. Dia menceritakan bahwa fenomena aneh itu terjadi setelah keluarganya mengebor lebih dalam sumur itu setelah mengalami kekeringan saat musim kemarau.

“Sumurnya dulu kan delapan meter, lalu kering, kemudian kami bor lagi hingga 12 meter untuk dipasang pompa. Anehnya kemudian air sumur menjadi panas, sementara air pompa di bawahnya tetap seperti air biasa,” ujarnya.


Editor : Rizal Bomantama