get app
inews
Aa Text
Read Next : Kecelakaan Maut Truk Terguling di Jatingaleh Semarang, Sopir Tewas Terjepit

Potret Taman Literasi Bulusan, Dulu Lahan Kosong dan Horor Kini Jadi Ruang Publik

Kamis, 23 Maret 2023 - 06:33:00 WIB
Potret Taman Literasi Bulusan, Dulu Lahan Kosong dan Horor Kini Jadi Ruang Publik
Aktivitas warga di Taman Literasi Bulusan Selatan, Tembalang, Kota Semarang. (iNews.id)

SEMARANG, iNews.id – Taman Literasi di wilayah RT 4 RW 5 Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, dulunya adalah lahan kosong penuh rumput liar hingga tumpukan sampah. Bahkan di lahan seluas sekitar 200 meter persegi ini tak jarang muncul ular.

Yang menyeramkan, lahan yang sempat diberi nama Lapangan Merdeka oleh warga setempat ini juga muncul ‘penampakan’. Namun seiring berjalannya waktu, lapangan Merdeka kini berubah menjadi Taman Literasi yang bisa dinikmati warga dari anak-anak hingga orang tua dari beragam profesi.

“Saya tinggal di Bulusan Selatan sejak tahun 1997, namun sebelumnya permukiman di daerah Korpri ini sudah ada sejak 1995. Kondisinya masih banyak tegalan (lahan) yang kosong. Di perumahan Korpri ini hanya ada beberapa orang yang menempati, karena waktu itu Undip belum pindah ke Tembalang,” kata Agus Purwoko Jati, salah satu sesepuh di RT 4 RW 5 Bulusan, Rabu (22/3).

Dia mengungkapkan, setelah waktu berjalan permukiman bertambah banyak, kemudian Undip berkembang hingga banyak pembangunan lahan-lahan di luar Korpri. Situasi kondisi di jalan Bulusan Selatan ini juga semakin banyak penghuninya.

“Kebetulan di depan rumah saya ini dulu masih tegalan yang cukup luas ditanami kacang, tanaman keras dan sebagainya. Kebetulan di Korpri tidak punya fasum. Masyarakat banyak mengharapkan ada fasum,” katanya.

Menurutnya, aktivitas warga untuk berkegiatan sosial semakin tinggi, namun kekurangan fasilitas umum (fasum). Sehingga ada inisiatif dari warga dan pengurus RT untuk memanfaatkan ruang-ruang yang masih kosong untuk aktivitas sosial dan kebersamaan.

“Kini syukur alhamdulillah dari inisiatif warga yang ditampung Pak RT terwujudlah sebuah ruang publik yang diharapkan oleh warga. Walaupun luasnya tak begitu luas kurang lebih 200 meter persegi, tapi sudah cukup untuk membuat warga senang sekali,” ujar Agus.

“Harapan kami kepada yang berwenang supaya kalau ada fasum bisa dioptimalkan segera bisa diwujudkan. Terus terang aktivitas rutinitas akan menjenuhkan manakala tidak ada aktivitas sosial untuk komunikasi dan kebersamaan, apakah itu aktivitas sosial untuk olahraga, bazar dan kegiatan anak-anak,” ujar pensiunan PNS ini.

Menurut dia, keberadaan Taman Literasi karena dilatarbelakangi oleh  banyak anak-anak di bawah hingga berusia remaja. Kemudian dilatarbelakangi banyak aktivis akademika seperti dosen dari berbagai macam keilmuan yang mengajar di sekitar Undip. “Sehingga taman literasi pas banget, kebetulan ada 11 tenaga pengajar, ada profesor, insinyur dan sebagainya,” ujarnya.

Di sisi lain, Agus mengungkapkan bahwa situasi alam dan lingkungan memang dulunya tanah di Bulusan tidak banyak diminati, selain sepi juga ada sekitar 1998-1999 ada hal-hal yang sedikit secara kasat mata banyak yang mengalami.

“Ya anak-anak dan cucu saya pernah melihat sesuatu di tegalan yang jarang dijangkau. melihat sesuatu pada pohon tampak ada “orang” Beberapa anak seperti itu. Kalau sekarang sudah semakin banyak penduduknya, hal-hal seperti itu mulai menghilang,” ungkapnya.

Mulyo Cahyono, warga setempat mengungkapkan jika pemilik lahan Taman Literasi hingga kini belum pernah menampakkan diri. “Saya tinggal di sini mulai 2003, kebetulan menempati di sisi depan taman,” katanya.

“Taman waktu itu tidak terurus karena memang pemiliknya tidak pernah menampakkan diri, rumputnya tinggi, disinyalir jadi sarang binatang buas. Itu yang membuat kami sedikit khawatir karena di musim tertentu hewan itu akan mampir ke rumah,” ungkap pria yang akrab disapa Yoyok ini.

Dia juga mengalami hal di luar kasat mata serasa uji nyali. Sedikit ada cerita ya ada uji nyali, ada penampakan muncul di sekitar situ. Memang tempatnya mendukung, pohonnya besar, rungkut, ada beberapa anak kecil yang melihat ‘penampakan’ inilah yang mendorong kami, warga RT 4 untuk sengkuyung bareng terutama keindahan lahan kosong bisa dimanfaatkan.” Ujarnya.

“Waktu itu di musim hujan, rumah saya didatangi sekuriti pada waktu keliling melihat ada dua ular yang menyeberang jalan asalnya dari lokasi itu, satunya bisa dimatikan, satunya masuk ke rumah. Malam-malam kerja bakti cari ular, alhamdulillah bisa tertangkap,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT 4 RW 5 Bulusan Selatan Hari Ratmoko mengatakan, sebelum menjadi Taman Literasi merupakan tanah kosong yang tidak terawat. 

“Sejak pertama saya tinggal di Perum Korpri pada tahun 2008 silam, tanah kosong ini sudah tidak ada. Seiring berjalannya waktu, tanah kosong ini tidak ada yang merawat & dan hanya  menjadi area tumbuhnya ilalang yg cukup membahayakan warga sekitar,” ujarnya.

Dia mengatakan RT 05 belum memiliki fasum yang bisa mengakomokodasi kegiatan warga. Sehingga dengan berbagai upaya, warga bersama pengurus RT04/RW05 bahu-membahu membersihkan tanah kosong ini kemudian membuatnya menjadi taman RT.

“Proses pembuatan memakan waktu kurang lebih 6 pekan hingga penanaman rumput taman Pendanaan berasal dari swadaya warga dan bantuan dari salah developer yang saat ini karena ada proyek perumahan di dekat RT04/RW05,” kata Hari.

Dia mengungkapkan,, melalui beberapa kali bahasan ringan di antara warga terlintas ide untuk memberi nama Taman Literasi. “Harapannya taman ini nantinya akan menjadi Knowledge Activities Center bagi seluruh warga, mulai dari anak²-anak hingga lanjut usia,” kata Hari.

Dia berharap warga RT04/RW05 dapat memanfaatkan taman literasi ini untuk berbagai macam aktivitas mulai dari olahraga, kesenian dan ilmu pengetahuan.

“Ke depan kami berharap lahir generasi-generasi muda yang memiliki dasar pengetahuan serta kemampuan kuat serta memiliki kepekaan sosial & lingkungan yang  mumpuni,” ujarnya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut