PPDB Tingkat SMA Ditutup, DPRD Jateng Beri Catatan Merah

Kuntadi ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 15:28 WIB
PPDB Tingkat SMA Ditutup, DPRD Jateng Beri Catatan Merah
Jadwal PPBD SMA/SMK di Jateng

SEMARANG, iNews.id - Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK 2020 di Jawa Tengah telah ditutup 25 Juni 2020. Dalam sembilan hari masa pendaftaran, banyak aduan yang masuk ke DPRD Jateng.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto memberikan sejumlah catatan merah dan mendesak untuk dilakukan evaluasi menyeluruh. Dia menilai kegaduhan ini seharusnya tidak terjadi karena PPDB merupakan agenda rutin.

“Kok jadi gaduh seperti ini. PPDB ini kan rutinitas tiap tahun, mestinya bisa dipersiapkan dengan lebih baik,” kata Yudi yang duduk Komisi E DPRD Jateng, Jumat (26/6/2020).

Hal pertama yang dia catat yakni mekanisme pendaftaran dan berbagai persyaratannya. Menurutnya, masih banyak calon siswa maupun orang tua siswa yang kebingungan, misalnya dengan perhitungan konversi nilai piagam dan persyaratan siswa pindahan.

Kemudian di awal pendaftaran terjadi kegaduhan karena siswa pindahan tak bisa mengakses tahapan PPDB. Setelah dicek, penyebabnya pun sederhana yakni Dinas Permasdesdukcapil belum mengupdate data domisili siswa pindahan tersebut.

“Penyebabnya sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Membuat orang tua calon siswa pusing. Enggak bisa mendaftar,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng ini.

Hal itu sebenarnya tak perlu terjadi jika dua Dinas Pendidikan dan kebudayaan serta Dinas Dinas Permasdesdukcapil melakukan koordinasi. Dia juga melihat adanya indikasi kecurangan dalam pendaftaran.

Dinas Pendidikan mencatat ada 13.834 pendaftar menggunakan Surat Keterangan Domisili (SKD), dan kenyataanya dari jumlah itu ada 1.007 pendaftar beralih. Bahkan Gubernur Ganjar Pranowo menyebut jika pendaftar beralih itu indikasinya merasa bersalah. Siswa ditengarai menyiasati SKD agar diterima di jalur zonasi. Melihat kondisi itu, Yudi mendesak sistem pendaftaran PPDB online ini dibuat tegas dan objektif.

“Ini kan online, harusnya adanya ya (diterima) atau tidak (diterima). Jangan abu-abu, diterima tapi curang. Nah, sistem dan mekanisme mesti dibenahi,” ucapnya.

Persoalan zonasi lainnya yang mesti dicarikan solusi pasti adalah calon siswa yang di wilayah kecamatannya tidak ada SMA maupun SMK negeri. Dia meminta agar ada evaluasi total soal PPDB di Jateng agar tidak terulang tahun depan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menginspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Kamis (25/6/2020). Sidak dilakukan sesaat setelah proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Jawa Tengah resmi ditutup tepat pukul 16.00 WIB.

Berbagai hal dicek Ganjar dengan teliti. Salah satu yang mencolok adalah banyaknya penggunaan Surat Keterangan Domisili (SKD) pada proses PPDB Jateng 2020.

Tercatat, ada 13.834 calon siswa yang menggunakan SKD. Dari jumlah itu, ada 1.007 calon siswa yang mencabut berkas SKD-nya karena terindikasi asli tapi palsu (aspal).

"Hari ini PPDB ditutup. Setiap hari memang saya pantau terus karena ada beberapa problem. Diantaranya SKD ini, hari ini kami temukan ada 13.834 calon siswa yang mendaftar pakai SKD. 1.007 di antaranya dia beralih, itu ada indikasi kemungkinan palsu," kata Ganjar.


Editor : Nani Suherni