PPKM Darurat, Perhotelan di Kabupaten Semarang Kolaps dan Pekerja Terancam PHK

Angga Rosa · Jumat, 23 Juli 2021 - 09:56:00 WIB
PPKM Darurat, Perhotelan di Kabupaten Semarang Kolaps dan Pekerja Terancam PHK
Ketua PHRI Kabupaten Semarang Fitri Rizani. (Foto/Angga Rosa)

SEMARANG, iNews.id - Pandemi Covid-19 berdampak negatif pada usaha perhotelan. Bahkan selama penerapan PPKM darurat okupansi hotel anjlok. 

Kondisi itu membuat usaha perhotelan kolaps dan pekerja terancam terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ketua PHRI Kabupaten Semarang Fitri Rizani mengatakan, kebijakan PPKM darurat sangat memberatkan pelaku usaha perhotelan dan restoran. Selama PPKM tidak satu tamu pun yang menginap di hotel.

"Sebagian besar hotel di Kabupaten Semarang berada di daerah wisata seperti Bandungan dan Kopeng. Sejak diberlakukan PPKM darurat tidak ada orang yang berwisata apalagi menginap di hotel. Imbasnya okupansi anjlok hingga nol persen," kata Fitri, Jumat (23/7/2021).

Dia mengatakan, lesunya usahanya perhotelan memaksa manajemen harus melakukan perampingan pekerja dan efisiensi. Pekerja terpaksa di rumahkan dan hanya diberi upah 50 persen dari upah minimum kabupaten (UMK) 2021.

"Sejak awal pandemi Covid-19, sebanyak 50 persen karyawan dirumahkan. Jika pada 26 Juli nanti PPKM darurat diperpanjang lagi, saya kawatir akan terjadi PHK besar-besaran," katanya.

Menurutnya, hingga saat ini ada empat hotel yang akan dijual karena pengelolanya sudah mampu bertahan disituasi sulit ini. "Kami berharap pemerintah bisa melonggarkan aturan agar usaha perhotelan dan restoran bisa bangkit," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2