Prabowo-Sandi Dikritik Tak Punya Program, Sudirman: Itu Salah Besar

Tri Hatnanto ยท Minggu, 25 November 2018 - 19:59 WIB
Prabowo-Sandi Dikritik Tak Punya Program, Sudirman: Itu Salah Besar
Direktur Kampanye BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said. (Foto: Dok.iNews.id)

PEMALANG, iNews.id - Direktur Materi Debat dan Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Sandi), Sudirman Said menjawab pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyindir kubu Prabowo-Sandiaga berkampanye tanpa program.

Mantan Menteri ESDM itu menilai pernyataan Megawati tersebut salah besar karena pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu memiliki beberapa program unggulan.

“Saya kira itu salah besar ya, yang bicara tidak punya program mesti baca kali ya, dokumen di KPU, di media, di situ jelas sekali arah kita, concern Prabowo-Sandi ada pada pendidikan, kesejahteraan petani, nelayan, anak-anak muda. Fokusnya dua menumbuhkan lapangan kerja, bagaimana menstabilkan harga-harga, dan agar masyarakat memiliki daya beli yang lebih baik,” kata Sudirman Said saat menghadiri deklarasi ribuan relawan Prabowo-Sandi (PADI) di Beji, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (25/11/2018).

Sudirman menjelaskan, program dan pikiran utama dari Prabowo-Sandi adalah ekonomi rakyat, keadilan sosial, kedaulatan yang dirumuskan ke dalam visi dan misi dan disebarkan oleh para juru bicaranya.

“Semua menyaksikan, ketika kami berkeliling Jateng, petani hidupnya susah, dulu kartu tani menyusahkan kita semua. Ketika panen padi, bawang merah, cabai, hasilnya drop, tidak ada bantuan yang cukup ketika musim panen, sementara, nelayan kita di Jateng, megalami kesulitan, utamanya nelayan cantrang. Hari ini, mereka masih mengeluh, kalau-kalau nanti ditangkap petugas,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, guru honorer, para pemuda dan ibu rumah tangga hingga saat ini juga masih banyak yang mengeluhkan sulitnya mencapai kesejahteraan.

“Guru honorer, sampai hari ini belum ada kejelasan, status honornya, penghasilannya menyedihkan. Penghasilan guru (honorer) Rp250.000 per bulan, untuk beli tempe saja belum cukup. Anak-anak muda kita, empat tahun pemerintahan, sedikit sekali mengurangi jumlah penganggur, emak-emak menghadapi kesulitan karena harga kebutuhan pokok semakin terjangkau,” beber Sudirman.

Mantan Cagub Jateng ini mengatakan, persoalan ekonomi terus menjadi perhatian utama dari Prabowo-Sandi. “Kaum guru, petani, nelayan, emak-emak, milenial, mereka ini menjadi perhatian utama dari Prabowo-Sandi, yang terus berkeliling ke masyarakat untuk mendapatkan masukan yang paling akurat, menstabilkan harga, membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya, menegakkan hukum, memberantas korupsi menuju keadilan sosial,” tandas dia.

Direktur relawan Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan yang hadir dalam deklarasi tersebut memuji semangat juang para relawan di Kabupaten Pemalang. “Relawan ini adalah salah satu dari berbagai sumber energi kemenangan Prabowo-Sandi, untuk itu kami berharap terus bergerak untuk memenangkan Prabowo-Sandi,” kata dia.

Hadir sejumlah elemen relawan dalam deklarasi tersebut, diantaranya Persatuan emak-emak Prabowo-Sandi (PERMAK BODI), relawan Prabowo-Sandi (PAS), relawan Jala Sutra, PIRA, FORSA Kabupaten Pemalang, FPI Kabupaten Pemalang dan sejumlah elemen lainnya. Hadir juga sejumlah calon legislatif dari partai koalisi di antaranya Gerindra, PAN, PKS, Demokrat dan Berkarya.


Editor : Kastolani Marzuki