Presiden Jokowi Peringati Hari Batik Nasional Bersama 500 Pembatik di Solo

Antara ยท Rabu, 02 Oktober 2019 - 11:22 WIB
Presiden Jokowi Peringati Hari Batik Nasional Bersama 500 Pembatik di Solo
Presiden Jokowi hadir dalam acara Hari Batik Nasional bertema membatik untuk negeri di Puro Mangkunegaran Solo, Rabu (2/10/2019). (Foto: Antara)

SOLO, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingati Hari Batik Nasional bersama 500 pembatik di Solo, Rabu (2/9/2019). Para pembatik yang di antaranya pelajar dari berbagai sekolah itu dihadirkan sebagai simbol bahwa batik yang diakui UNESCO pada 2 Oktober 2009, akan terus dilestarikan di Indonesia.

Presiden Jokowi datang ke Puro Mangkunegaran, Jalan Ronggowarsito, Kecamatan Banjarsari Surakarta, didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Keduanya mengenakan batik. Presiden memakai batik dominan cokelat dan Ibu Negara mengenakan kebaya merah dengan selendang dan kain batik.

Kedatangan Jokowi disambut oleh sejumlah pejabat. Jokowi kemudian langsung menyapa para pembatik dan masyarakat yang telah hadir dan menantinya di tempat acara puncak Hari Batik Nasional 2019 dengan tema “membatik untuk negeri”.

Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Jultin Ginandjar Kartasasmita yang menyelenggarakan acara itu mengatakan, batik merupakan aset bangsa Indonesia. Pihaknya merayakan Hari Batik Nasional dalam rangka melestarikan batik.

“Hari Batik Nasional bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik tradisional Indonesia sehingga pasar batik selalu dapat bangkit kembali. Kegiatan ini juga dilakukan sebagai simbol dukungan dan kecintaan pemerintah serta masyarakat terhadap batik Indonesia,” katanya.

Selain itu, YBI memperingati Hari Batik Nasional dengan meluncurkan Buku Batik Indonesia dalam bentuk buku saku dan buku elektronik (e-book). Dengan demikian, masyarakat dapat mempelajari pengetahuan umum tentang batik secara mudah.

Buku tersebut akan dilengkapi dengan teknologi “Augmented Reality” (AR) agar masyarakat dapat melakukan kegiatan interaktif saat membaca. Pihaknya berharap dengan hal itu, pembelajaran batik dapat masuk ke kurikulum sekolah sehingga sebagai warisan budaya dapat terus teregenerasi.

Batik Indonesia ditetapkan oleh UNESCO di Abu Dhabi Uni Emirat Arab, pada 29 September 2009, sebagai warisan budaya tak benda. Untuk mempertahankan pengakuan UNESCO, diperlukan tindakan nyata demi memenuhi komponen penilaian yakni preservasi, edukasi, dan inspirasi kepada masyarakat terhadap aset yang dimiliki.

“Karena itu, YBI untuk membantu pemerintah dalam mempertahankan pengakuan tersebut melakukan serangkaian acara. Selain kegiatan membatik massal, kami juga menggelar kegiatan talkshow batik, fashion show, kuliner, dan pasar batik rakyat,” katanya.


Editor : Maria Christina