Pria Bakar Alquran di Pemalang, MUI: Serahkan Kasus Hukum ke Polisi

Suryono Sukarno ยท Kamis, 30 Januari 2020 - 20:15 WIB
Pria Bakar Alquran di Pemalang, MUI: Serahkan Kasus Hukum ke Polisi
Seorang pria diamankan polisi karena diduga pembakar Alquran (Foto: iNews.id/Suryono)

PEMALANG, iNews.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Pemalang menyerahkan sepenuhnya kasus hukum pelaku pembakaran Alquran di kawasan Alun-Alun Pemalang ke polisi, Kamis (30/1/2020).

Pelaku yang diketahui bernama Nurul Ma’arif, warga Warureja, Kabupaten Tegal sudah ditangkap polisi. Pelaku juga akan dibawa ke rumah sakit jiwa untuk diperiksa kondisi piskologisnya lantaran diduga stres.

Ketua MUI Pemalang, KH Saifullah Ahmad mengatakan sudah menyerahkan sepenuhnya kasus pembakaran Aluran itu ke polisi.

Kiai Saifullah juga meminta agar kasus ini tidak melebar sehingga meresahkan masyarakat, apalagi kasus ini menyangkut masalah Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). “Tolong masalah ini redam. Tidak untuk dikembangkan menjadi besar. Karena ini masalah SARA," ujarnya seusai mengadakan pertemuan dengan Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu dan jajaran Forkopimda Pemalang.

Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, dari pemeriksaan sementara, Nuril diduga mengalami gangguan kejiwaan karena masalah rumah tangga. “Hari ini kami akan bawa ke rumah sakit jiwa untuk pemeriksaan secara psikologis,” katanya.

Menurut Kapolres, pelaku yang sudah dikarunia seorang anak itu mengalami depresi setelah bercerai dengan istrinya, Mei 2019 lalu. Setelah itu pelaku sering meneror dan mengancam warga sekitar. “Dari keterangan sementara, pelaku mengaku dapat bisikan untuk melakukan pembakaran Alquran,” ujarnya.

Sebelumnya, warga yang berada di lokasi kejadian merupaya mencegah Nuril untuk tidak membakar Alquran. Namun, Nuril menolak dan tetap nekat melakukan aksinya. Tak lama, warga akhirnya  melaporkan ke polisi. Pelaku langsung diamankan pilisi dengan barang bukti sisa kertas Alquran yang dibakar.

Kakak pelaku, Fatihin mengaku Nuril sering mengatakan hal-hal aneh setelah bercerai dengan istrinya. "Tingkahnya itu mulai aneh-aneh. Katanya ada bisikan-bisikan. Di rumah itu apa saja dibakar," kata Fatihin.


Editor : Kastolani Marzuki