Prihatin Jenazah Perawat RSUP Kariadi Ditolak Warga, Perawat se-Jateng Kenakan Pita Hitam

Antara, Nani Suherni ยท Jumat, 10 April 2020 - 18:33:00 WIB
Prihatin Jenazah Perawat RSUP Kariadi Ditolak Warga, Perawat se-Jateng Kenakan Pita Hitam
Penanganan pasien terduga terjangkit virus korona di RSUP Dr Kariadi Semarang (Foto: iNews.id/Kristadi)

SEMARANG, iNews.id - Para perawat di Jawa Tengah akan mengenakan pita hitam di lengan selama sepekan mendatang sebagai bentuk duka atas meninggalnya perawat di RSUP Dr Kariadi Semarang dalam tugasnya melawan pandemi corona (Covid-19).

Selain sebagai bentuk solidaritas, pemakaian pita hitam ini juga sebagai bentuk keprihatinan atas penolakan pemakaman terhadap perawat yang meninggal dunia tersebut.

Perawat yang meninggal dunia akibat terpapar corona itu ditolak pemakamannya saat akan dimakamkan di TPU Siwarak, Bandarharjo, Kabupaten Semarang.

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah Edy Wuryanto mengatakan, aksi solidaritas ini akan dilakukan hingga 16 April mendatang.

Dia menyayangkan stigma negatif masyarakat terhadap pasien maupun jenazah penderita COVID-19 yang akhirnya dikucilkan, bahkan ditolak oleh warga sekitarnya. "Ini akan bisa dampak negatif terhadap teman-teman yang bertugas," katanya, Jumat (10/4/2020).

Ke depan, kata dia, edukasi tentang protokol dalam penanganan pasien maupun korban meninggal akibat corona harus lebih diperkuat.

Seorang perawat RSUP Dr Kariadi Semarang yang meninggal dunia dengan status positif corona sempat ditolak pemakamnnya di Ungaran.

Jenazah kemudian dimakamkan di makam ke luar RS Dr.Kariadi di tempat pemakaman umum Bergota Semarang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya angkat bicara soal video viral pasien corona yang ditolak warga di daerah Ungaran. Dia memastikan akan mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada sejumlah pihak.

Melalui akun Twitternya Ganjar membalas pesan dari salah satu netizen dengan akun Sandi Yuhda. Pemilik akun tersebut pun menjelaskan duduk perkara penolakan tersebut.

Tanpa banyak kata, Ganjar pun memastikan akan mengusut kasus tersebut. Sehingga tidak lagi ada kesalahpahaman di semua kalangan. "Perlu klarifikasi biar semua tahu," katanya singkat.

Sebelumnya, akun Facebook Agus Ranta Safitri mengunggah dua video. Dia juga menuliskan, jenazah pasien ini merupakan tenaga medis yang bekerja di RSUP Dr Kariadi Semarang.

"Sekeji apa kalian wahai petinggi Kampung? hingga jenazah yang berjuang di garda deoan gugur. Kini kau tolak untuk kebumikan. Tidak banyak yang kami minta," tulisnya.


Editor : Kastolani Marzuki