Profil Kabupaten Rembang, Dikenal sebagai Tempat Peristirahatan Terakhir RA Kartini
REMBANG, iNews.id - Kabupaten Rembang adalah satu dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Kabupaten ini merupakan salah satu dari 5 kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Berdasarkan letaknya, Kabupaten Rembang berbatasan dengan Kabupaten Tuban, Jawa Timur di sebelah timur. Sedangkan di selatan, Kabupaten Rembang berbatasan dengan Kabupaten Blora dan di barat berbatasan dengan Kabupaten Pati.
Di bagian utara, kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa. Karena berada di sisi utara Pulau Jawa, Kabupaten Rembang dilalui oleh jalan Jalur Pantura (Pantai Utara Jawa).
Dengan luas wilayah sebesar 1.036,70 kilometer persegi, Kabupaten Rembang terbagi dalam 14 kecamatan, yang mencakup 287 desa dan 7 kelurahan. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, jumlah penduduk Kabupaten Rembang pada 2022 sebanyak 651.704 jiwa, dengan kepadatan penduduk mencapai 628 jiwa/km persegi.
Dari 14 kecamatan, Kecamatan Rembang merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Rembang, dengan kepadatan sebesar 1.503 jiwa/km persegi. Sebaliknya, Kecamatan Bulu memiliki kepadatan penduduk terendah, yakni 280 jiwa/km persegi.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Rembang, nama Rembang telah disebut dalam sumber tertulis, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Pada Pupuh XXI dalam Kitab Negara Kertagama, nama Rembang disebut dalam kalimat “… ke arah kota Rembang sampai di Kemirakan yang letaknya di pantai lautan.”
Dalam catatan perjalanan Tome Pires (1512-1515), seorang penjelajah Portugis, nama Rembang disebut bersamaan dengan deretan nama-nama wilayah lainnya di Jawa, yakni “…the land of Rembang (Remee)”.
Penamaan Rembang sendiri diketahui berasal dari upacara pemangkasan pohon tebu yang disebut dengan “ngrembang sakawit”. Dari kata “ngrembang” itulah nama Rembang bermula. Sementara itu, hari jadi Kabupaten Rembang ditetapkan pada tanggal 27 Juli 1741, sebagai penghormatan atas keberanian Bupati Rembang saat itu, Ingabehi Anggadjaja, dalam melawan Belanda.
Dalam perjalanan sejarah bangsa, Kabupaten Rembang dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir RA Kartini, tokoh pejuang emansipasi wanita sekaligus pahlawan nasional Indonesia. RA Kartini, yang merupakan istri Bupati Rembang RMAA Djojo Adhiningrat, wafat pada 1904, beberapa hari setelah melahirkan putra pertamanya. Untuk mengenang jasa RA Kartini, tempat tinggalnya saat itu kemudian dijadikan Museum RA Kartini Rembang.
Editor: Ahmad Antoni