Program Bank Kedelai Jadi Cara SMA Pradita Dirgantara Wujudkan Green School

Nani Suherni ยท Jumat, 25 September 2020 - 07:14 WIB
Program Bank Kedelai Jadi Cara SMA Pradita Dirgantara Wujudkan Green School
Siswa SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) (Foto: Dok Humas SMA Pradita Dirgantara)

BOYOLALI, iNews.id - Sekolah bertaraf internasional, SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) membuat inovasi unik dalam pembelajaran di tengah situasi pandemi Covid-19. Mereka membuat program bank kedelai.

Media pembelajaran ini diinisiasi Manajer Penjaminan Mutu SMA Pradita Dirgantara, Sutanto dan beberapa guru. Penanaman bank kedelai ini juga bisa menjadi pembelajaran agar siswa bisa memahami makna kehidupan.

"Program bank kedelai merupakan alternatif untuk melatih dan memberikan pengalaman belajar kontekstual kepada anak-anak. Pemahaman tentang proyek pembelajaran dasar ini memberikan pemahaman tentang makna hidup yang sebenarnya," kata Sutanto, Kamis (24/9/2020).

Sutanto menyebutkan, penelitian di Jepang mencatat anak muda saat ini semakin sedikit minatnya terhadap dunia agrikultur. Mereka lebih tertarik pada teknologi.

"Inilah yang juga menjadi kekhawatiran kami terhadap generasi bangsa Indonesia yang jelas-jelas bangsa kita memiliki kekayaan alam yang luar biasa," ucapnya.

"Inilah yang harus kita tonjolkan pada dunia. Bank kedelai menjadi program belajar yang bermakna unutk siswa agar mereka juga dapat menjadi duta pangan, misalnya,” katanya lagi.

Bank kedelai memberikan pengalaman belajar kepada siswa yaitu sekolah hijau atau green school dan pembelajaran kontekstual terintegrasi. Konsep ini dikembangkan SMA Pradita Dirgantara, meski dalam situasi pandemi.

Sementara itu, guru biologi Denny M Fajar menuturkan program bank kedelai ini dijalankan masih secara daring. Awalnya, guru memberikan arahan tentang apa yang harus dilakukan siswa, mulai dari proses penentuan bibit, penanaman, hingga panen. Setiap minggu siswa diwajibkan untuk melaporkan data kepada guru koordinator hingga akhirnya proses sosialisasi proyek dilaksanakan.

“Ini mengajarkan kepada siswa untuk menerapkan green school di rumah mereka. Mereka belajar tentang pertanian. Mereka akan belajar menjadi peneliti sekaligus menjadi seorang petani," kata Denny.

Sebelumnya, SMA Pradita Dirgantara telah menerapkan sistem green school dan pembelajaran kontekstual terintegrasi sejak awal berdiri pada tahun 2018 dan ditandai dengan penanaman pohon oleh almarhum BJ Habibie. Adapun integrasi pembelajaran kontekstual tampak dalam beberapa mata pelajaran.

Program ini dinilai berhasil karena siswa dapat menanam kedelai dengan baik. Mereka juga mendapatkan pembelajaran komprehensif dari kegiatan tersebut.

"Program ini membuat saya lebih mengenal alam karena sebelumnya saya lebih nyaman dengan urusan teknologi. Jadi, ini program yang bagus untuk masa depan kita, ” kata Nimas Putri Larasati, siswa SMA Pradita Dirgantara.


Editor : Nani Suherni