get app
inews
Aa Text
Read Next : Usai Banjir Bandang, RSUD Aceh Tamiang Kembali Layani Pasien

RSUD Wates Batasi Kontak Pasien dalam Pemantauan Korona dengan Keluarga

Selasa, 10 Maret 2020 - 18:21:00 WIB
RSUD Wates Batasi Kontak Pasien dalam Pemantauan Korona dengan Keluarga
RSUD Wates, Kulonprogo, Yogyakarta (Foto: Antara)

KULONPROGO, iNews.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates, Kulonprogo, Yogyakarta menangani lima pasien dalam pemantauan korona. Satu orang menjalani rawat jalan dan empat lainnya menjalani rawat inap di ruang isolasi.

“Laporan dari rumah sakit ada lima pasien dalam pemantauan dan empat menjalani rawat inap. Mereka belum menjadi pasien dalam pengawasan,” kata Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Dinas Kesehatan Kulonprogo, Baning Rahayu Jati kepada wartawan, Selasa (10/3/2020).

Dari hasil pemeriksaaan, kondisi kelima pasien terus membaik. Meski begitu, pasien yang menjalani rawat inap, ditempatkan di ruang isolasi. Sampai saat ini, gelaja yang dialami pasien belum mengarah dalam pengawasan.

“Meski begitu kontak dengan keluarga dan pengunjung dibatasi,” katanya.

Pasien ini akan dipantau selama 14 hari untuk melihat kondisi kesehatannya. Swab mereka tidak diambil karena masih dalam pemantauan. Sedangkan indikasi penanganan mendasarkan pada beberapa standar yang ada.

“Kelima pasien tersebut sebelumnya melaksanakan ibadah umrah. Saat kembali mereka sempat transit di Malaysia,” ucapnya.

Mereka masuk dan menjalani perawatan di rumah sakit setelah dirujuk oleh puskesmas. Para pasien ini semuanya lansia dan mengeluhkan sesak nafas. Mereka terdiri dari dua perempuan dan tiga laki-laki. Satu yang menjalani rawat jalan adalah laki-laki.

Baning meminta masyarakat tidak perlu resah dengan adanya penyakit ini. Pemerintah terus melakukan upaya pencegahan dan perawatan bagi pasien yang positif.

Setidaknya ada empat tahapan dalam penanganan pasien terkait korona. Pertama orang dalam pemantauan (ODP), yakni orang yang mengalami batuk pilek dan pernah mengunjungi negara yang terjangkit. Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP), yakni orang yang masih dalam pemantauan tetapi sudah mengalami gejala penemonia dan bukti rontgen foto.

Tahap ketiga, pasien dalam pengawasan diambil spesimentnya dan dikirim ke litbangkes, jika hasilnya korona, baik korona yang lain apakah itu H4N1 atau korona lainnya disebut pasien probable, pasien yang positif Covid-19 disebut pasien confirm.

RSUD Wates telah menyiapkan empat kamar isolasi, untuk penanganan,” katanya.

Editor: Nani Suherni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut