Rumah Atsiri di Karanganyar Hidupkan Kembali Pabrik Minyak Wangi Bung Karno

Nani Suherni ยท Senin, 17 Februari 2020 - 14:45 WIB
Rumah Atsiri di Karanganyar Hidupkan Kembali Pabrik Minyak Wangi Bung Karno
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Direktur Rumah Atsiri Indonesia Natasha Clairina (Foto: Dokumen Pemprov Jateng)

KARANGANYAR, iNews.id - Seratus tanaman beraroma wangi ditanam berjajar di Rumah Atsiri di Desa Plumbon Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). Obyek eduwisata yang berada di kaki Gunung Lawu ini berdiri di bekas pabrik minyak wangi yang diinisiasi Presiden Soekarno pada 1963.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun mengunggah cuplikan video saat dirinya berkunjung ke lokasi tersebut. Dia terlihat antusias melihat semua koleksi tanaman di Rumah Atsiri.

"Ini aroma Rosemary, Pak. Dari sekian banyak tanaman atsiri, Rosemary yang beraroma paling kuat. Ini aromanya semakin kenceng kalau digoyang-goyangkan," kata Natasha Clairina, Direktur Rumah Atsiri Indonesia, saat menyambut Ganjar.

Ganjar yang memasuki satu persatu gedung itupun dibuat terkesima, terutama ketika memasuki greenhouse dan museum, yang baru saja dia resmikan. Sebelumnya, bangunan itu merupakan pabrik minyak atsiri hasil prakarsa Ir Soekarno dengan Bulgaria. Sempat mangkrak puluhan tahun, pada pertengahan 2018 tempat itu kembali difungsikan.

"Dari sini saja kami bisa tahu betapa kayanya negeri ini. Kami juga jadi punya alasan kenapa kami dulu dijajah," kata Ganjar.

Rumah Atsiri Indonesia itu berdiri di atas lima hektare lahan, yang terdiri dari 2,5 hektare untuk eduwisata dan sebagian yang lain untuk lahan tanam hasil bekerjasama dengan petani lokal, yang menanam sereh, akar wangi, palmarosa dan lainnya.

"Meskipun sulit, setidaknya kami mencoba kembali menghidupkan cita-cita itu (memiliki pabrik minyak atsiri)," katanya.

Ganjar juga mengatakan, saat bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Prancis, sempat menyinggung soal minyak atsiri. Menurut Ganjar, Jateng sangat berpeluang besar untuk turut andil dalam pasar minyak atsiri di Prancis.

"Saya pernah menemani penjualan minyak atsiri, dan ternyata kami tidak bisa menjual. Penjual terbesar di Asia adalah Singapura. Tahu tanamannya dari mana? Indonesia. Mudah-mudahan pengelola bisa membuatkan narasi yang kuat untuk Rumah Atsiri ini sehingga kami bisa melakukan lompatan," kata Ganjar.

Atsiri merupakan minyak hasil penyulingan dari tanaman yang menghasilkan aroma khas. Minyak atsiri dapat ditemukan di kulit, buah, bunga, daun, getah, rimpang, akar, biji, bahkan di batang tanaman.

Berbagai jenis tanaman yang mengeluarkan aroma khas tersebut ada di Rumah Atsiri Indonesia. Terbagi dalam lima gedung, meliputi museum, greenhouse, toko, area produksi dan lobi, seluruh bangunan itu dikembangkan menjadi objek wisata unggulan di Tawangmangu dengan tetap mempertahankan keaslian bangunan.


Editor : Nani Suherni