Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Blora Bacok Tetangga hingga Tewas

Heri Purnomo ยท Senin, 29 April 2019 - 15:26 WIB
Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Blora Bacok Tetangga hingga Tewas
Kapolres Blora AKBP Antonius Anang saat ekspose kasus pembunuhan dan menunjukkan barang bukti serta pelaku, Senin (29/4/2019). (Foto: iNews/Heri Purnomo)

BLORA, iNews.id – Kasus pembunuhan seorang warga Blora, Jawa Tengah, pascapencoblosan akhirnya diungkap polisi. Anggota Polres Blora mengamankan Supri, warga Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban, yang membunuh tetangganya Jasmin.

Pengungkapan tersebut digelar polisi dalam ekspose di halaman Mapolres Blora, Senin (29/4/2019). Tersangka pembunuhan dihadirkan dengan tangan terborgol serta sejumlah barang bukti.

Tersangka mengaku nekat menghabisi nyawa tetangganya karena rasa sakit hati yang sudah dia pendam selama enam tahun. Bukan hanya sekali, dia sudah dua kali melakukan percobaan pembunuhan namun gagal.

Pada aksi yang ketiga, dia berhasil melancarkan aksi kejinya dengan membunuh korban yang sedang tertidur dalam kamar dengan cara dibacok menggunakan sabit.

“Setelah memeriksa terduga pelaku dan melakukan serangkaian penyelidikan kami menangkap dan menetapkannya sebagai tersangka. Motifnya sakit hati karena tersangka kerap diejek pelaku hingga timbul niat untuk membunuh,” ujar Kapolres Blora AKBP Antonius Anang, Senin (29/4/2019).

Dia membeberkan, kronologi pembunuhan berawal saat pelaku memasuki rumah korban melalui pintu belakang pada dini hari, Kamis (18/4/2019). Pelaku langsung masuk ke kamar dan menebas korban sebanyak dua kali dengan sabit hingga tewas di TKP. Selanjutnya pelaku mengubur barang bukti untuk menghilangkan barang bukti.

“Barang buktinya kami temukan dikubur, yakni sabit dan pakaian milik pelaku yang terkena darah korban,” katanya.Pengakuan tersangka, pembunuhan ini dilatarbelakangi dendam dan rasa sakit hati. Selama ini korban kerap mengejek dan menganggu rumah tangganya hingga berpisah dengan sang istri.

Kini usai melampiaskan emosinya, tersangka mengaku telah menyesali perbuatannya. Dia merasa bersalah telah menghilangkan nyawa tetangganya tersebut.

“Saya menyesalinya kini. Semua karena emosi, korban sering mengejek saya,” ucap tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka Supri dijerat dengan pasal berlapis yakni, Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP, subsider Pasal 351 (3) KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara sampai seumur hidup.


Editor : Donald Karouw