Salah Sasaran, Ketua Kadin Pekalongan Masuk Daftar Penerima Bansos Rp600.000

Suryono Sukarno ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 10:58 WIB
Salah Sasaran, Ketua Kadin Pekalongan Masuk Daftar Penerima Bansos Rp600.000
Ketua Kadin Pekalongan, Nanggola Madji (Foto: iNews/Suryono Sukarno)

PEKALONGAN, iNews.id - Data penerima bantuan sosial (Bansos) di Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) masih semrawut. Buktinya, salah satu pengusaha dan ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Pekalongan terdaftar sebagai penerima bantuan Rp600.000.

Ketua Kadin Kota Pekalongan, Nanggola Madji mengaku kaget saat mendapat undangan pengambilan dana bansos di Kantor Pos Rp600.000. Pengusaha tekstil batik ini bahkan tercatat sebagai penerima bansos dari Provinsi Jateng dalam bentuk sembako. Bantauan itu bisa ditukar di e-warung Rp200.000 per bulan selama sembilan bulan ke depan.

“Saya sangat kaget tiba-tiba menerima undangan pengambilan uang bansos Rp600.000 dari Kantor Pos. Bahkan saya dapat dobel yaitu dari provinsi sebesar Rp200.000 selama sembilan bulan," kata Nanggolo Madji, Jumat (22/5/2020).

Dia sudah melaporkan kejadian ini ke RT/RW serta kelurahan setempat. Menurutnya data ini jelas keliru, padahal banyak warga yang lebih membutuhkan.

“Saya sudah melaporkan kejadian ini, dan juga tidak akan mengambil dana yang diperuntukkan bagi warga miskin. Kami meminta agar dana tersebut bisa dialihkan ke warga lain yang membutuhan atau kurang mampu," ujarnya.

Dia yang tinggal di kompleks perumahan mewah ini tak tahu kapan pendataan dilakukan sehingga bisa salah sasaran seperti ini. Dia pun mengharap agar pemerintah benar-benar bisa menyaring data sehingga tidak salah sasaran.

Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz mengakui ada data yang salah dan ganda. Dia pun memastikan akan menyaring kembali daftar penerima bansos.

"Kami akui data banyak yang salah, semua data dari pusat sehingga kami harus menyaring lagi. Untuk yang salah sasaran yaitu orang mampu mendapat dana, kami minta untuk legowo dan bisa dialihkan ke yang lain," katanya.

Sementara itu, pembagian dana blt atau bansos hingga kini masih terus dilakukan ke ribuan warga di Kota Pekalongan. Penyaluran dilakukan dari Kantor Pos atau sejumlah bank.


Editor : Nani Suherni