Gelar Salat Idul Fitri di Alun-Alun, Bupati Karanganyar Tak Tentang Maklumat Kapolri

Bramantyo ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 08:30 WIB
Gelar Salat Idul Fitri di Alun-Alun, Bupati Karanganyar Tak Tentang Maklumat Kapolri
Ilustrasi Salat Idul Fitri berjemaah di lapangan. (Foto: Antara).

KARANGANYAR, iNews.id - Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi ikut menanggapi keputusan Bupati Karanganyar Juliyatmono yang mengizinkan salat Idul Fitri di lapangan terbuka atau alun-alun. Dia menilai, keputusan Bupati Karanganyar bertujuan memberikan contoh prosedur pelaksanaan salat di tempat terbuka saat pandemi Covid-19.

Leganek menuturkan, dari hasil koordinasi Forkompinda Karanganyar dan para ulama dari NU, Muhammadiyah LDII dan elemen lainnya, diimbau masyarakat salat Idul Fitri di rumah masing-masing. Namun, jika terpaksa salat Idul Fitri di luar rumah tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Bapak bupati mengambil lokasi di alun-alun itu untuk memberi contoh kepada masyarakat prosedur pelaksanaan salat di tempat terbuka di masa pandemi Covid-19 itu seperti apa," kata Leganek usai memberikan bantuan sembako dari alumni Akabri 2001 Dwipa Arya, Kamis (21/5/2020).

Dia melanjutkan, nantinya di sekitar alun-alun dipersiapkan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun dan jarak safnya akan diatur. Semua jemaah juga harus mengatur jarak saat salat.

"Nanti jumlah jamaah yang akan melaksanakan salat Idul Fitri di alun-alun Karanganyar, untuk mengatur jarak masing-masing jamaah pelaksanaanya bukan hanya di lapangan namun juga menggunakan jalan yang ada disekitarnya," ucapnya.

Lokasi parkir kendaraan jemaah salat Idul Fitri pun akan diatur. Sehingga nantinya lokasi salat akan lebih lebar dibandingkan sebelumnya.

Dia pun menegaskan, keputusan Bupati Karanganyar tidak bertentangan dengan maklumat yang dikeluarkan Kapolri. Leganek menilai maklumat Kapolri tidak melarang kegiatan beribadah.

"Itu (Maklumat Kapolri) bukan ditujukan untuk beribadah, tapi berkumpul. Dan ini (salat Idul Fitri di alun-alun) bukan kumpul-kumpul, tapi untuk beribadah," ujarnya.


Editor : Nani Suherni