Semarang Akan Tata Kabel yang Semrawut

Okezone.com ยท Sabtu, 01 Februari 2020 - 10:20 WIB
Semarang Akan Tata Kabel yang Semrawut
Tugu Muda (Foto: dok Pemkot Semarang)

SEMARANG, iNews.id - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan, pihaknya melakukan berbagai revitalisasi area wisata serta aksesbilitas perkotaan. Langkah itu sebagai komitmen mengubah citra dari kota industri menjadi kota pariwisata yang terus digaungkan.

Kini, dia ingin mewujudkan mimpinya membebaskan Kota Semarang dari kabel di udara. Pria yang akrab disapa Hendi itu pun mengakui tak mudah untuk merealisasikan rencananya memindahkan kabel yang menghalangi langit Ibu Kota Jawa Tengah ke bawah tanah.

Meskipun proyek tersebut terdapat dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang di masa kepemimpinannya, namun baru ada titik terang saat ini. Dia menceritakan, rencana untuk menata kabel-kabel di atas jalanan telah digulirkan sejak 2016.

"Ada dalam RPJMD, kami mulai tahun 2016 dengan target segitiga emas, tapi gagal. Kemudian tahun 2017 kami upayakan lagi, juga belum berhasil. Alhamdulillah, hari ini kami akhirnya bisa memulai babak baru, dan semoga segera terwujud," kata Hendi, Jumat (31/1/2020).

Pemkot Semarang menggandeng PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) untuk membebaskan langit Kota Semarang dari kabel. Langkah itu diwujudkan melalui penerapan sistem ducting sepanjang lebih dari 500 kilometer di 362 ruas jalan.

"Ini bagian dari upaya Pemkot meningkatkan pelayanan masyarakat dalam bidang telekomunikasi sekaligus menata infrastruktur kota menjadi lebih baik estetikanya, karena tidak ada kabel semrawut," imbuhnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkot Semarang menyiapkan dana Rp617 miliar untuk mewujudkan langit indah tanpa terhalang kabel semrawut. Program tersebut akan segera digarap dan ditargetkan selesai pada 2021.

Sementara itu, Kepala KSO BPS Moratelindo, Resi Y Brahmani, menuturkan hampir semua pembangunan infrastruktur kabel serat optik pada semua kota di Indonesia belum tertata baik. Akibatnya suasana kota tampak kusam dan mengurangi keindahan. Maka dari itu perlu sistem ducting dalam hal keberlanjutan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

"Dengan pelaksanaan proyek ini, yang diperkirakan selesai tahun 2021, dari sudut pandang desain jaringan dan estetika infrastruktur suatu kota akan mampu mempersiapkan Kota Semarang menuju smart city yang mendukung pembangunan ekonomi digital," katanya.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Eko Subowo, mengapresiasi Pemkot Semarang dalam menginisiasi kerjasama dengan pihak swasta. Dia menyebutkan kerjasama pemerintah dan pihak swasta sudah ada payung hukum yakni PP 28 2018 tentang kerjasama daerah, sehingga diharapkan Kota Semarang bisa menjadi contoh bagi kota lain.

"Ini upaya inovatif. Dana yang dimiliki Pemkot sangat terbatas. Tidak bisa melayani masyarakat lebih cepat tanpa ada keterlibatan swasta," ujarnya.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq