Seniman Gelar Tribute to Didi Kempot di Rumah Dinas Gubernur Jateng

Taufik Budi ยท Kamis, 07 Mei 2020 - 00:30 WIB
Seniman Gelar Tribute to Didi Kempot di Rumah Dinas Gubernur Jateng
Seniman menggelar Tribute to Didi Kempot di kompleks Rumah Dinas Gubernur Jateng Kota Semarang. (Foto: iNews/Taufik Budi)

SEMARANG, iNews.id – Lagu-lagu ciptaan maestro campursari, Didi Kempot, menggema menjelang buka puasa di kawasan Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah, Puri Gedeh, Kota Semarang, Rabu (6/5/2020). Seketika, para penonton yang tengah ngabuburit pun ambyar bersama lagu Cidro, Tanjung Mas Ninggal Janji, Banyu Langit, dan Suket Teki.

Tribute to Didi Kempot ini menjadi sajian untuk mengenang sang maestro. Bukan hanya seniman dangdut, musisi reggae, penari sampai seniman teater menunjukkan kreatifitasnya, dengan menjadikan Didi Kempot sebagai inspirasi.

"Tuhan pakai garisnya, saya membuat acara ini terinspirasi dari Mas Didi Kempot ketika bikin konser amal di tengah pandemi. Nah akhirnya semalam saya ngobrol dengan kawan-kawan seniman, gimana caranya membuat acara menghormati Mas Didi, dan akhirnya bikin seperti ini," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Rabu (6/5/2020).

Sementara Amba Reggae membawakan beberapa lagu Didi Kempot dengan aransemen reggae, Sewu Kuto Pamer Bojo, dan Layang Kangen. Untuk seniman teater, Zoex Zabidi, menjadikan Didi Kempot inspirasi untuk pertunjukan monolog berjudul Wabah.

Sebagaimana namanya, Panggung Kahanan ini juga untuk menyikapi kahanan atau kejadian saat ini, yaitu di tengah pandemi Covid-19. Penyelenggaraannya pun tetap memperhatikan protokol kesehatan, selain mengenakan masker dan jaga jarak, semua penonton juga diperiksa suhu tubuhnya.

"Panggung Kahanan karena kahanan atau keadaan dunia seperti ini, kahanan seniman seperti ini dan kita gotong royong. Bagaimana menyikapi? Kita milih seperti ini, yang kata Mas Didi, harus tetap dijogeti meski patah hati," katanya.

Menurutnya, Didi Kempot bukan sekadar seniman yang mampu mengobok-obok hati penggemarnya lewat karya. The Godfather of Broken Heart itu mampu merobohkan stigmatisasi antara kalangan tradisional dan modern. Terlebih, Didi Kempot tetap membumi di puncak popularitasnya.

"Mas Didi Kempot sangat sopan orangnya, rendah hati, solidaritasnya tinggi apalagi ketika diminta bantu teman. Itu puncak karier yang luar biasa," ujarnya.

Dia pun kaget ketika kali pertama mendapat kabar berpulangnya putra dari seniman Ranto Gudel itu. Sebab, pada malam sebelumnya Didi Kempot bersama Wali Kota Solo dan warga tengah bakti sosial.

"Sesama kesenian tradisional, dia dorong betul agar tidak minder. Sekarang campursari menembus apa pun, semua jadi cendol dawet dan bisa menerima semuanya," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki