Siswa di Solo Kembali Sekolah, Orang Tua Mengaku Tak Lagi Pusing Dampingi Belajar Daring

Ary Wahyu Wibowo · Kamis, 05 November 2020 - 09:32:00 WIB
Siswa di Solo Kembali Sekolah, Orang Tua Mengaku Tak Lagi Pusing Dampingi Belajar Daring
Siswa SMP Negeri 4 Solo yang mulai mengikuti pembelajaran tatap muka saat dijemput orangtuanya pulang dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. (Ary Wahyu Wibowo, Sindonews)
Untuk itu, yang dilakukan adalah terus menjaga kesehatan dan pasrah kepada Tuhan. Saat mengantar dan menjemput, dirinya dari rumah dan tidak mampir ke mana mana sesuai instruksi Dinas Pendidikan Solo. Orangtua harus benar benar menjaga kesehatan dirinya agar jangan sampai terpapar Covid-19. Kesehatan anak juga diawasi ketat.

Jika merasa kurang enak badan, terlebih cuaca kini mulai memasuki penghujan, maka tidak masuk sekolah terlebih dahulu. Untuk menjaga kesehatan anak tetap fit, dia menyediakan vitamin dan madu. Selain itu juga tidak boleh sering bermain hingga lelah. Sebab jika kecapekan tentu badan menjadi drop.

Titin, orangtua siswa lainnya mengaku berangkat dari rumah ke sekolah pukul 07.15 WIB. Setelah mengantar, dia langsung pulang dan tidak mampir ke mana mana. Dia tidak mau membiarkan anaknya pulang dan berangkat sendiri karena takut mampir ke mana mana.

“Senang bisa sekolah lagi, anaknya juga sudah bosan,” ungkap Titin. Selama belajar online, anaknya terkadang mengeluh merasa bosan," katanya.

Sehingga ketika SMP Negeri 4 Surakarta menjadi salah satu sekolah yang mengawali pembelajaran tatap muka, maka rasanya sangat senang sekali. Salah satu persiapan yang dilakukan menjelang masuk sekolah kembali adalah membeli seragam baru.

“Beberapa bulan di rumah bajunya sudah tidak semua,” ujarnya.

Sementara itu, Adinda, salah satu siswa kelas 9 SMP 4 Surakarta mengaku senang dapat kembali bersekolah dan mengikuti pembelajaran tatap muka. Dia juga senang karena dapat kembali bertemu dengan teman temannya di sekolah.

“selama pembelajaran daring, tidak terlalu paham dengan materinya,” ucap Adinda.

Ketika mengikuti pembelajaran tatap muka selama dua jam mulai pukul 08.00 WIB, dirinya merasa lebih paham karena diterangkan guru secara langsung. Beda halnya jika pembelajaran daring, sesekali ada yang benar benar belum paham. Dia kemudian bertanya kepada guru melalui pesan singkat WhatsApp.

Editor : Ahmad Antoni