Siswa Kelas 5 SD di Temanggung Gantung Diri dan Tinggalkan Surat Wasiat untuk Keluarga

Didik Dono Hartono ยท Senin, 07 Oktober 2019 - 17:58 WIB
Siswa Kelas 5 SD di Temanggung Gantung Diri dan Tinggalkan Surat Wasiat untuk Keluarga
Jenazah korban siswa SD yang ditemukan gantung diri di rumahnya diautopsi di RSUD Temanggung, Jateng, Senin (7/10/2019). (Foto: iNews/Didik Dono Hartono)

TEMANGGUNG, iNews.id – Seorang siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) berinisial HAN (12), ditemukan tewas dengan cara gantung diri di rumahnya, Kampung Gemoh Kapling, Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), Senin (7/10/2019). Sebelum bunuh diri, korban sempat menuliskan surat wasiat untuk keluarganya.

Surat wasiat yang ditinggalkan HAN ditulis dalam bahasa Jawa yang artinya, ya sudah, jika bude sudah tidak mau kenal, aku lebih baik mati gantung di belakang rumah.

Apa yang ditulis oleh HAN ternyata bukan isapan jempol belaka. HAN nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di belakang rumah. Namun, penyebab korban yang selama ini tinggal bersama sang bapak berinisial HS dan ibu tirinya UP bunuh diri, masih dalam penyelidikan polisi.

BACA JUGA:

Diduga Depresi, Mahasiswa S2 ITB Akhiri Hidup dengan Gantung Diri di Kamar Kos

Pria Bertato Tewas Gantung Diri dan Tinggalkan Pesan untuk Istrinya yang Kabur

Menurut tetangga korban, Sutarno, HAN pertama kali ditemukan tergantung dan sudah tidak bernyawa oleh ayahnya sekitar jam 5.30 WIB tadi. Tetangga tidak menyangka jika korban akan nekat bunuh diri. Selama ini, korban dikenal periang dan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan sebelum kejadian itu.

“Anak itu baik sehari-hari, di masyarakat juga baik. Selama ini juga tidak ada kelakuannya yang aneh atau mencurigakan. Dia sering main di depan rumah saya,” kata Sutarno.

Lokasi siswa kelas 5 SD berinisial HAN (12), ditemukan gantung diri di rumahnya, Kampung Gemoh Kapling, Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jateng, Senin (7/10/2019). (Foto: iNews/Didik Dono Hartono)


Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Temanggung AKP Alvan Armin mengatakan, dari penyelidikan sementara di TKP dan tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kematian korban. Untuk memastikan penyebab kematiannya, jenazah siswa SD itu sudah diautopsi.

“Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan terhadap kematian korban dan menunggu hasil autopsi jenazah korban,” kata Alvan Armin.

Usai diautopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung, jenazah korban langsung dibawa oleh pihak keluarga untuk dikebumikan di pemakaman umum desa setempat. Polisi masih mendalami penyebab sang anak gantung diri.


Editor : Maria Christina