Siswa MTs di Wonosobo Tewas Dikeroyok 4 Siswa Sekolah Lain

Didik Dono Hartono ยท Rabu, 31 Januari 2018 - 04:46 WIB
Siswa MTs di Wonosobo Tewas Dikeroyok 4 Siswa Sekolah Lain
Jenazah siswa MTs di Wonosobo seusai menjalani autopsi di RSUD setempat. (Foto: iNews.id)

WONOSOBO, iNews.id – Kabar duka menerpa dunia pendidikan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Ahmad Eko Prasetyo (14) siswa madrasah tsanawiyah (MTs) NU Maarif Ngaliyan, Wonosobo tewas setelah dikeroyok empat pelajar dari sekolah lain, Selasa (30/1/2018) malam.

Korban yang saat itu masih berada di atas sepeda motor langsung tersungkur setelah beberapa kali dihujani pukulan oleh para pelaku di bagian tubuhnya yang vital. Mengetahui korban terjatuh, para pelaku melarikan diri. Setelah itu, korban dibawa warga ke rumah sakit namun nyawanya tak terselamatkan.

Jenazah korban yang beralamat di Dusun Gawaran, Desa Trimulyo, Kecamatan Wadaslintang itu saat ini dibawa ke RSUD Wonosobo untuk diautopsi. Sementara keempat pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit Perlindungan Anak Satreskrim Polres Wonosobo.



Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Edi Istanto mengatakan pengeroyokan itu dipicu hanya karena korban dianggap memelototkan matanya ke pelaku. Merasa tidak terima, pelaku kemudian menghadang korban di Jembatan Podang, Ngaliyan.

“Motifnya, sebelum kejadian, korban berpapasan dengan pelaku kemudian saling ejek. Korban diduga matanya melotot ke pelaku. Karena tidak terima, pelaku menghadang korban di sebuah jembatan dan terjadi pemukulan,” kata Edi, Selasa malam.

Menurut Edi, keempat pelaku itu kini sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. Dari keempat pelaku itu, baru satu orang yang sudah ditetapkan tersangka, yakni berinisial A. “Untuk tiga pelajar lainnya sementara masih saksi. Kita masih lakukan proses penyelidikan. Yang positif tersangka baru  satu orang inisal A,” ucapnya.

Edi menjelaskan, dari hasil autopsi ditemukan adanya unsur kekerasan, yakni bekas pukulan di bagian vital korban sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kepala Dusun Gawaran, Priyadi mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa salah seorang warganya. “Jenazah korban akan langsung dibawa pulang ke rumah duka dan akan dimakamkan besok pagi (hari ini). Pihak keluarga korban sudah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada polisi,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki